Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, MSRI: Meneguhkan Kembali Semangat Perjuangan dan Pengabdian kepada Negara

Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, MSRI: Meneguhkan Kembali Semangat Perjuangan dan Pengabdian kepada Negara

MSRI, SURABAYA - Peringatan Hari Juang Polri 2026 kembali meneguhkan bahwa sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Momentum bersejarah tersebut diperingati pada Jumat, 21 Agustus 2026, melalui upacara yang digelar di Monumen Perjuangan Polri, kawasan Simpang Empat Jalan Polisi Istimewa, Surabaya.

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran pimpinan tertinggi Polri di Kota Surabaya menjadi penegasan bahwa nilai perjuangan para pendahulu Polri harus terus dijaga dan diteruskan oleh generasi kepolisian masa kini.

Pantauan wartawan Media Suara Rakyat Nasional Indonesia (MSRI) di lokasi, rangkaian upacara berlangsung kurang lebih 30 menit. Pasukan memasuki lapangan upacara sekitar pukul 08.45 WIB.

Sekitar 15 menit kemudian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memasuki lapangan upacara bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib.

Puncak upacara ditandai dengan pembacaan Proklamasi Polisi oleh Kapolri. Setelah pembacaan teks proklamasi, rangkaian upacara kemudian ditutup dan Kapolri bersama rombongan meninggalkan lapangan upacara.

Di sisi lain, pantauan MSRI menunjukkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi upacara berlangsung kurang lebih satu jam. Rekayasa lalu lintas dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan kondisi lalu lintas kembali berjalan normal sekitar pukul 09.30 WIB.

Mengenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Hari Juang Polri tidak lahir tanpa sejarah. Tanggal 21 Agustus 1945 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Kepolisian Republik Indonesia.

Beberapa hari setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin, Komandan Polisi Istimewa Surabaya, membacakan Proklamasi Polisi pada 21 Agustus 1945.

Proklamasi tersebut menjadi pernyataan tegas bahwa Polisi Istimewa berdiri di belakang Republik Indonesia dan tidak lagi berada di bawah kekuasaan pemerintah pendudukan Jepang. Sikap tersebut sekaligus menjadi bentuk keberanian dan kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baru berdiri.

Dari Surabaya, semangat perjuangan itu kemudian berkembang menjadi bagian penting dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Polisi Istimewa turut mengambil peran dalam merebut dan mengamankan persenjataan serta menghadapi berbagai ancaman terhadap kedaulatan Republik Indonesia.

Karena nilai sejarah dan perjuangan tersebut, 21 Agustus ditetapkan sebagai Hari Juang Polri, sebagai momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus meneguhkan kembali komitmen Polri dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan negara.

Cak Bram: Hari Juang Polri Bukan Sekadar Seremonial

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Nasional Indonesia (MSRI), Slamet Pramono, yang akrab disapa Cak Bram, menegaskan bahwa Hari Juang Polri harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar kegiatan seremonial tahunan.

“Hari Juang Polri bukan sekadar peringatan seremonial. Ini adalah pengingat bahwa sejarah Polri dibangun dari keberanian, pengorbanan, dan keberpihakan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat itulah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi Polri berikutnya,” tegas Cak Bram.

Menurutnya, sejarah perjuangan Polri di Surabaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Karena itu, nilai keberanian, integritas, loyalitas kepada negara, serta pengabdian kepada masyarakat harus senantiasa menjadi landasan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Polri hari ini memiliki tantangan yang jauh berbeda dengan masa perjuangan 1945. Namun, satu hal yang tidak boleh berubah adalah semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Profesionalisme harus berjalan seiring dengan integritas, keberanian, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat,” ujar Cak Bram.

Cak Bram juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri yang terus menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika kehidupan bangsa.

“MSRI memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pendahulu Polri yang telah memberikan teladan perjuangan. Selamat Hari Juang Polri 2026. Jadikan sejarah sebagai kekuatan moral untuk terus bekerja secara profesional, humanis, tegas, dan berintegritas demi Indonesia,” pungkasnya.

MSRI: Merawat Sejarah, Mengawal Pengabdian

Segenap jajaran Direksi dan keluarga besar Media Suara Rakyat Nasional Indonesia (MSRI) menyampaikan Selamat Hari Juang Polri 2026 kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Hari Juang Polri adalah momentum untuk merawat sejarah, menghormati perjuangan para pendahulu, sekaligus mengawal semangat pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Selamat Hari Juang Polri 2026.

Teruskan perjuangan. Tegakkan integritas. Lindungi masyarakat. Jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

MSRI - Perspektif • Akurat • Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama