MSRI, BANGKALAN - Salah satu besi penyambung (modular expansion joint) di Kilometer 2.900 Jembatan Suramadu mengalami patah. Kondisi tersebut memicu dilakukannya perbaikan menyeluruh yang dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, mulai Kamis (27/8/2026) hingga diperkirakan akhir Oktober 2026.
Meski terdapat kerusakan pada komponen sambungan jembatan, Jembatan Suramadu tidak ditutup total. Akses kendaraan dari Surabaya menuju Madura tetap dibuka dengan skema penyempitan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan, Ipda Akhmad Jauhari, saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, Sabtu (29/8/2026), membenarkan adanya kerusakan pada salah satu titik sambungan.
“Besi penyambung itu tidak hanya satu, tetapi banyak dan tersebar di beberapa titik. Sedangkan kerusakan hanya terjadi di satu titik,” ungkap Jauhari.
⚠️ PENYEBAB PATAH MASIH DIDALAMI
Jauhari mengatakan penyebab pasti patahnya besi penyambung tersebut hingga kini belum dapat dipastikan. Tingginya mobilisasi kendaraan yang melintas disebut sebagai salah satu kemungkinan yang masih perlu didalami.
“Untuk penyebab patahnya belum bisa dipastikan. Bisa saja karena mobilisasi kendaraan yang cukup padat,” ujarnya.
🔧 PERBAIKAN 24 JAM, DITARGETKAN SELESAI AKHIR OKTOBER
Berdasarkan koordinasi dengan pihak pengelola Jembatan Suramadu, pekerjaan perbaikan dijadwalkan dimulai sekitar pukul 11.00–12.00 WIB dan berlangsung selama 24 jam.
Perbaikan dilakukan pada jalur kendaraan roda empat arah Surabaya–Madura, tepatnya di bagian tengah jembatan.
“Di bagian tengah yang menuju ke Madura itu ada seperti besi, itu yang akan diperbaiki. Kalau untuk jalur motor aman, tidak ada perbaikan,” jelasnya.
🚧 JEMBATAN TAK DITUTUP, ARUS DIPERSEMPIT
Masyarakat tidak perlu khawatir akses menuju Madura terputus. Jembatan tetap beroperasi, namun kendaraan harus melewati jalur yang mengalami penyempitan di sekitar titik pekerjaan.
Sistem pengaturan dilakukan secara bergantian. Ketika satu sisi digunakan untuk pekerjaan, sisi lainnya dapat digunakan kendaraan. Setelah pekerjaan berpindah, pengaturan arus juga akan disesuaikan.
“Tidak ada penutupan, hanya penyempitan. Nanti saat perbaikannya di sebelah kiri, di kanannya bisa dilewati satu kendaraan. Kalau di kiri selesai, ganti yang kanan,” papar Jauhari.
🚨 POLISI MINTA RAMBU DIPASANG 1 KM SEBELUM LOKASI
Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga keselamatan pengguna jalan, kepolisian telah meminta pemasangan rambu-rambu peringatan sekitar satu kilometer sebelum titik perbaikan.
“Kita sudah minta agar satu kilometer sebelum titik perbaikan harus ada rambu-rambu,” tegas Jauhari.
MSRI mencatat: kerusakan hanya terjadi pada satu titik sambungan, namun pekerjaan perbaikan yang berlangsung hingga sekitar dua bulan tetap berpotensi memengaruhi kelancaran arus kendaraan. Pengguna Jembatan Suramadu diminta meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, mematuhi rambu, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Reporter: Faisal DH
MSRI | Perspektif • Akurat • Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments