MSRI, MATARAM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Mandalika (UDikma) mendapat pembekalan sebelum diterjunkan ke wilayah penugasan masing-masing. Pembekalan tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan mahasiswa memahami tugas, tanggung jawab, etika, serta peran mereka selama berada di tengah masyarakat.
Pembekalan yang disampaikan Baiq Nelly Yuniarti, A.P., M.Si., menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menjalankan KKN secara disiplin, bertanggung jawab, dan profesional. Mahasiswa juga diingatkan bahwa selama berada di lapangan, mereka tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi turut membawa nama baik almamater.
KKN diharapkan tidak dipandang sebagai kegiatan formalitas untuk memenuhi kewajiban akademik. Lebih dari itu, KKN menjadi bagian dari proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat.
Selama kurang lebih dua bulan, mahasiswa akan menjalankan KKN di wilayah yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan, membangun komunikasi yang konstruktif dengan masyarakat, serta memahami berbagai kondisi dan kebutuhan yang ada di wilayah penugasan.
Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Interaksi langsung dengan masyarakat diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus membentuk sikap tanggap, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menghadapi persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Sekretaris Kelompok KKN, Abid Athillah, mengatakan penempatan mahasiswa di masing-masing wilayah bukan sekadar pembagian lokasi, melainkan menjadi bagian dari proses penilaian sekaligus pengalaman akademik dan sosial bagi mahasiswa.
“Penempatan di setiap wilayah nantinya menjadi bagian dari penilaian seluruh mahasiswa. Kami akan melaksanakan KKN selama dua bulan. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendapatkan pengalaman secara langsung di masyarakat sekaligus menjadi bekal untuk menghadapi tahapan berikutnya,” ujar Abid kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI).
Abid menegaskan, mahasiswa perlu memanfaatkan masa KKN dengan sebaik-baiknya. Selain menjalankan program yang telah ditetapkan, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk belajar memahami karakter masyarakat, membangun komunikasi, serta menerapkan ilmu yang selama ini diperoleh di lingkungan kampus.
“Kami harus menjalankan KKN dengan penuh tanggung jawab. Selama dua bulan ini kami ingin mendapatkan pengalaman, belajar memahami kondisi masyarakat, serta menerapkan ilmu yang sudah kami dapatkan di kampus. Setelah KKN selesai, kami akan melanjutkan tahapan akademik berikutnya, termasuk penyusunan skripsi,” tegasnya.
Pelaksanaan KKN sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun dan menunjukkan integritas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab sosial. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, meskipun dalam bentuk program sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Karena itu, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat serta meninggalkan pengalaman dan manfaat positif selama berada di wilayah penugasan.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang sebelum menjalankan tugas di lapangan. Mereka juga dituntut menjaga etika, nama baik almamater, serta menjunjung tinggi sikap profesional dalam setiap kegiatan.
KKN pada akhirnya bukan sekadar tahapan akademik yang harus diselesaikan. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, memahami kehidupan masyarakat, dan membuktikan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dapat diterapkan serta memberikan manfaat secara langsung.
Reporter: Makbul
MSRI — Perspektif Akurat Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments