Ketua DPP Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah Hadiri Haul dan Ziarah Kubro Syekh Jumadil Kubro di Trowulan

Ketua DPP Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah Hadiri Haul dan Ziarah Kubro Syekh Jumadil Kubro di Trowulan

MSRI, MOJOKERTO – Peringatan Haul dan Ziarah Kubro Syekh Jumadil Kubro yang digelar di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (2/7/2026), berlangsung khidmat dan penuh makna spiritual. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa Syekh Jumadil Kubro sebagai salah satu tokoh penyebar Islam pertama di tanah Jawa sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan dan ukhuwah di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah, KH. Abas Billy, didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur, KH. Syaiqur Rizal, beserta jajaran pengurus pusat, daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Trowulan.

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, KH. Abas Billy memimpin doa bersama dan rangkaian ziarah di makam ulama besar tersebut. Kehadiran rombongan, menurutnya, bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan ikhtiar untuk meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan syiar Islam di Nusantara.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), KH. Abas Billy mengatakan bahwa Syekh Jumadil Kubro merupakan sosok sentral dalam sejarah perkembangan Islam di Pulau Jawa.

“Syekh Jumadil Kubro adalah pelopor yang membuka jalan bagi masuknya nilai-nilai Islam di wilayah ini jauh sebelum masa keemasan para Wali Songo. Beliau mengajarkan dakwah dengan kesabaran, kebijaksanaan, serta akhlak yang mulia tanpa meninggalkan kearifan budaya lokal,” ujar KH. Abas Billy.

Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan dan keteladanan Syekh Jumadil Kubro harus terus dihidupkan sebagai benteng dalam menjaga persatuan dan ukhuwah di tengah keberagaman bangsa.

“Melalui peringatan haul dan ziarah ini, kami berkomitmen untuk melanjutkan jejak dakwah yang damai, sejuk, dan penuh kasih sebagaimana yang telah dicontohkan beliau. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk menjaga keutuhan umat dan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPW Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah Jawa Timur, KH. Syaiqur Rizal, saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, menegaskan bahwa Haul dan Ziarah Kubro Syekh Jumadil Kubro merupakan momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga warisan perjuangan para ulama.

“Syekh Jumadil Kubro telah meletakkan fondasi dakwah Islam yang penuh kedamaian dan toleransi di Nusantara. Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai tersebut agar tetap hidup di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang dapat mengancam persatuan umat,” tegas KH. Syaiqur Rizal.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat persaudaraan dan menjadikan sejarah perjuangan para ulama sebagai inspirasi dalam membangun bangsa.

“Ziarah ini bukan hanya mengenang tokoh besar Islam, tetapi juga menjadi sarana introspeksi dan penguatan komitmen kebangsaan. Islam mengajarkan persaudaraan, cinta tanah air, dan kebersamaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Tokoh masyarakat setempat, H. Sumarno, menyambut baik kehadiran para tokoh dan rombongan Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah. Ia menjelaskan bahwa keberadaan makam Syekh Jumadil Kubro di Desa Sentonorejo memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Trowulan sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit.

“Beliau hadir untuk berdialog dan hidup berdampingan dengan masyarakat pada masanya, sehingga ajaran yang dibawanya diterima dengan hati terbuka. Kami bangga apabila tempat ini semakin dikenal sebagai pusat ziarah religi yang kaya akan nilai sejarah dan budaya,” ungkapnya.

Perwakilan Forkopimcam Trowulan turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.

“Kegiatan keagamaan seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat serta melestarikan warisan sejarah dan budaya bangsa. Kami berharap tradisi Haul dan Ziarah Kubro Syekh Jumadil Kubro terus dilestarikan dan menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah perjuangan para ulama di Nusantara,” ujarnya kepada wartawan MSRI.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan, meliputi ziarah makam, pembacaan sejarah perjuangan Syekh Jumadil Kubro, doa bersama, hingga tausiyah kebangsaan dan keagamaan yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Haul dan Ziarah Kubro Syekh Jumadil Kubro di Trowulan bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan menjadi ruang refleksi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, keteladanan, serta dakwah yang mengedepankan kedamaian dan persatuan. Di tengah dinamika kehidupan bangsa yang semakin kompleks, semangat para ulama terdahulu diharapkan terus menjadi penerang bagi generasi penerus dalam menjaga ukhuwah, merawat kebhinekaan, dan memperkuat jati diri bangsa.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, para peziarah meninggalkan kompleks makam dengan membawa harapan agar jejak perjuangan Syekh Jumadil Kubro senantiasa menginspirasi lahirnya generasi yang berakhlak mulia, cinta tanah air, serta istiqamah dalam mengamalkan nilai-nilai Islam rahmatan lil'alamin, demi terwujudnya Indonesia yang damai, bersatu, dan berkeadaban.

Reporter: Riawan

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama