Kapolsek Sawahan Kompol Muljono Sampaikan Pesan Muharram dalam Khutbah Jumat, Perkuat Sinergi Ulama dan Umarah

Kapolsek Sawahan Kompol Muljono Sampaikan Pesan Muharram dalam Khutbah Jumat, Perkuat Sinergi Ulama dan Umarah

MSRI, SURABAYA – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum refleksi bagi umat Muslim untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas kehidupan. Hal itu disampaikan Kapolsek Sawahan, Kompol Muljono, S.H., M.H., saat bertindak sebagai khatib sekaligus imam Sholat Jumat di Masjid Jami' Tanbihul Ghafilin, Jalan Simo Kwagean 88 A, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran Tiga Pilar Kecamatan Sawahan, pengurus takmir masjid, tokoh masyarakat, serta jamaah dari wilayah Kupang Krajan dan Petemon. Kehadiran Kapolsek Sawahan sebagai khatib mendapat sambutan positif dari jamaah karena menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang sarat makna sekaligus mempererat hubungan antara aparat pemerintah, ulama, dan masyarakat.

Dalam khutbahnya, Kompol Muljono mengajak jamaah memaknai bulan Muharram sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam yang memiliki keutamaan khusus dan menjadi pengingat penting bagi umat untuk melakukan introspeksi diri.

“Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan sikap dan perilaku menuju kebaikan. Mari kita merenungkan apa yang telah kita lakukan selama ini. Jika masih terdapat kekurangan dan kesalahan, maka bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri,” ujarnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan tentang sabda Rasulullah SAW mengenai kondisi umat manusia yang cenderung mencintai kehidupan dunia dan melupakan kehidupan akhirat. Oleh karena itu, jamaah diajak untuk menjaga keseimbangan antara urusan duniawi dan persiapan menuju kehidupan yang kekal.

Kompol Muljono menegaskan bahwa jabatan, kekayaan, maupun berbagai kenikmatan dunia bersifat sementara. Setiap manusia, kata dia, akan menghadapi kematian dan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di hadapan Allah SWT.

“Tidak ada yang abadi di dunia ini. Jabatan, pangkat, dan harta akan sirna. Yang akan menemani kita adalah amal kebaikan yang telah kita lakukan selama hidup,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap rezeki dan harta yang dimiliki akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, umat Islam harus senantiasa menjaga kejujuran, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat.

Sementara itu, Sekretaris Takmir Masjid Jami' Tanbihul Ghafilin, Mas Iwan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara pengurus masjid dan unsur pemerintah di wilayah Sawahan.

“Alhamdulillah, hubungan antara pengurus Masjid Jami' Tanbihul Ghafilin sebagai unsur ulama dengan umarah, khususnya Tiga Pilar Sawahan, berjalan sangat harmonis. Kami terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan Sholat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara jajaran Takmir Masjid Jami' Tanbihul Ghafilin, Kompol Muljono beserta anggota Polsek Sawahan, serta unsur Tiga Pilar Kecamatan Sawahan.

Berdasarkan pantauan langsung wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) di lokasi, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, lancar, dan penuh kekhusyukan. Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan keagamaan tersebut dinilai menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah.

(Eka F. A | MSRI)

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama