May Day 2026: Ribuan Buruh Jatim Siap Kepung Surabaya, Usung 21 Tuntutan Strategis untuk Keadilan dan Kesejahteraan

May Day 2026: Ribuan Buruh Jatim Siap Kepung Surabaya, Usung 21 Tuntutan Strategis untuk Keadilan dan Kesejahteraan

MSRI, SURABAYA – Gelombang aksi buruh dipastikan akan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Surabaya. Sekitar 6.000 pekerja dari berbagai daerah di Jawa Timur yang tergabung dalam Gerakan Serikat Pekerja (Gesper) Jatim dijadwalkan turun ke jalan pada Jumat (1/5/2026), dengan membawa 21 tuntutan strategis yang mencakup isu nasional hingga regional.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), massa aksi berasal dari sejumlah wilayah industri seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Lumajang, hingga Tuban. Konsolidasi besar ini menjadi salah satu mobilisasi buruh terbesar di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, menyampaikan bahwa aksi akan dipusatkan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya.

“Aksi ini merupakan momentum penting bagi buruh untuk menagih komitmen pemerintah. Kami tidak ingin janji hanya berhenti pada retorika, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berpihak kepada kesejahteraan pekerja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).

Secara teknis, massa akan memulai rangkaian kegiatan dengan melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Akbar Surabaya dan beberapa titik lainnya. Selanjutnya, mereka akan bergerak menuju titik kumpul utama di depan BG Junction Mall, Jalan Bubutan. Aksi akan dilanjutkan dengan long march menuju Kantor Gubernur Jatim sekitar pukul 14.00 WIB.

Untuk mendukung mobilisasi, peserta aksi akan mengerahkan sedikitnya 10 truk komando serta ratusan kendaraan roda dua sebagai sarana pergerakan massa.

Nuruddin menegaskan bahwa May Day tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari konsolidasi besar gerakan buruh Jawa Timur dalam memperjuangkan keadilan sosial, kepastian hukum, serta peningkatan kesejahteraan pekerja.

Dalam aksi tersebut, buruh mengusung 21 tuntutan yang terbagi dalam dua kategori utama, yakni tuntutan nasional dan regional.

Pada tingkat nasional, buruh mendesak pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan regulasi ketenagakerjaan yang berpihak pada pekerja, menghapus praktik outsourcing dan upah murah, serta memberikan perlindungan terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dinamika ekonomi global. Selain itu, mereka juga menuntut reformasi perpajakan yang lebih adil, pengesahan RUU Perampasan Aset, ratifikasi Konvensi ILO 190, hingga perlindungan bagi pekerja platform digital dan pengemudi ojek online.

Sementara itu, pada tingkat regional, buruh menuntut realisasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah disepakati pada peringatan May Day sebelumnya. Tuntutan tersebut meliputi penyediaan hunian layak bagi buruh, penyusunan Peraturan Daerah tentang sistem jaminan pesangon, penguatan pengawasan praktik outsourcing, hingga penegakan kebijakan upah minimum.

Selain itu, buruh juga mendorong pembentukan Satgas Pencegahan PHK, kewajiban kepesertaan aktif BPJS sebagai syarat perizinan usaha, serta pemberian sanksi tegas bagi perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban perlindungan tenaga kerja. Akses pendidikan bagi anak buruh dan kajian pembebasan pajak bagi masyarakat berpenghasilan rendah turut menjadi bagian dari tuntutan.

Aksi May Day 2026 ini diharapkan menjadi titik tekan bagi pemerintah untuk lebih responsif terhadap persoalan ketenagakerjaan yang dinilai masih menyisakan berbagai ketimpangan dan ketidakpastian.

Dengan kekuatan massa yang besar dan tuntutan yang komprehensif, peringatan Hari Buruh tahun ini diproyeksikan menjadi salah satu momentum krusial dalam mendorong perubahan kebijakan yang lebih berkeadilan bagi kaum pekerja di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

{Yunus86}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama