MSRI, GRESIK – Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya leluhur melalui gelaran Ruwah Desa dan Sedekah Bumi. Kegiatan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini mengusung tema besar: “Bersama Membangun Desa Menuju Kemakmuran”, sebagai simbol sinergi antara tradisi, spiritualitas, dan pembangunan desa berkelanjutan.
Rangkaian acara dimulai pada Minggu (3/5/2026), dengan pusat kegiatan di kawasan Sumur Gede Desa Tenaru. Sebagai pembuka, masyarakat disuguhkan kesenian tradisional ludruk dengan lakon “Maju Bersama Membangun Desa”, yang sarat pesan moral tentang pentingnya gotong royong, persatuan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Tradisi Sedekah Bumi yang telah mengakar kuat ini sejatinya merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, hasil bumi, serta keselamatan yang dianugerahkan kepada masyarakat. Nilai ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…”
(QS. Ibrahim: 7)
Selain itu, semangat berbagi dalam Sedekah Bumi juga selaras dengan ajaran Rasulullah SAW:
“Tidak akan berkurang harta karena sedekah…”
(HR. Muslim)
Puncak Acara: Pagelaran Wayang Kulit
Sebagai puncak perayaan Ruwah Desa, panitia menghadirkan pagelaran wayang kulit yang digelar pada Minggu malam (03/05). Permintaan khusus Kepala Desa Tenaru, Bapak Heri, tersebut diwujudkan dengan menghadirkan dalang kondang Ki Tejo Sulistiyo, serta bintang tamu Ki Surwedi.
Ribuan warga tampak memadati area Sumur Gede sejak malam hari. Antusiasme masyarakat tidak hanya mencerminkan kecintaan terhadap budaya lokal, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Dukungan Penuh dari Berbagai Elemen
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Tenaru beserta perangkat desa, BPD, LPMD, serta ibu-ibu PKK. Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, para Ketua RW/RT, serta tamu undangan dari unsur Forkopimcam, di antaranya perwakilan Camat Driyorejo, Kapolsek, Danramil, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat persatuan.
Semangat Gotong Royong dan Harapan Kemakmuran
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Bapak Jainuri, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, perangkat desa, dan warga Tenaru yang telah membantu baik tenaga maupun materi. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama terselenggaranya kegiatan ini,” ungkapnya.
Kepala Desa Tenaru, Bapak Heri, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas sekaligus sarana mempererat kebersamaan.
“Melalui Ruwah Desa ini, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memanjatkan doa agar Desa Tenaru semakin maju, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Semoga masyarakat senantiasa hidup rukun, sejahtera, dan penuh keberkahan,” tuturnya.
Nilai kebersamaan dan persatuan yang tercermin dalam kegiatan ini juga sejalan dengan ajaran Islam:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Maidah: 2)
Sebagai penutup rangkaian acara formal, doa bersama dipimpin oleh Gus Ma’ruf (Ketua RW 01), memohon keberkahan, keselamatan, dan kemakmuran bagi seluruh warga Desa Tenaru.
Dengan terselenggaranya Sedekah Bumi ini, masyarakat Desa Tenaru tidak hanya merawat tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat nilai spiritual, sosial, dan budaya sebagai fondasi menuju desa yang Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo.
{Eka F. A}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments