MSRI, SURABAYA – Bursa pemilihan Ketua DPW APBMI Jawa Timur dalam agenda Musyawarah Wilayah (Muswil) APBMI Tahun 2026 mulai menghangat. Petahana sekaligus calon incumbent, Kody Lamahayu Fredy, kembali maju dalam kontestasi kepemimpinan periode 2026–2031 dengan membawa sejumlah program yang diklaim pro-anggota dan berorientasi pada penguatan usaha perusahaan bongkar muat di lingkungan pelabuhan.
Selama memimpin DPW APBMI Jawa Timur, Kody dikenal aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor kepelabuhanan guna mendorong peningkatan pelayanan dan produktivitas kegiatan bongkar muat, khususnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Dalam pemilihan Ketua Umum APBMI Jawa Timur yang akan digelar pada 26 Mei 2026, Kody menegaskan komitmennya untuk menjadikan organisasi sebagai wadah yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota, sekaligus menjadi mitra strategis dalam menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif.
Dalam keterangannya kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Selasa (19/05/2026), Kody Lamahayu Fredy menyampaikan bahwa apabila dirinya kembali mendapatkan amanah memimpin APBMI Jawa Timur periode 2026–2031, maka seluruh uang iuran anggota sebesar Rp5 juta per perusahaan akan dikembalikan kepada masing-masing anggota.
“Perlu kami sampaikan kembali, apabila saya terpilih menjadi Ketua Umum APBMI Jawa Timur, maka seluruh uang iuran anggota sebesar Rp5 juta per perusahaan akan kami kembalikan. Bahkan selama lima tahun masa kepemimpinan ke depan, kami tidak akan memungut iuran anggota dalam bentuk apa pun,” tegas Kody kepada wartawan MSRI.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap kondisi riil perusahaan bongkar muat yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk fluktuasi pekerjaan dan persaingan usaha yang semakin ketat.
“Kami memahami kondisi teman-teman pengusaha bongkar muat saat ini tidak mudah. Tidak semua perusahaan memperoleh pekerjaan setiap hari di lingkungan pelabuhan. Karena itu, saya ingin meringankan beban anggota dengan membebaskan iuran selama masa jabatan saya apabila kembali dipercaya memimpin APBMI Jawa Timur,” ujarnya.
Selain program pengembalian dan penghapusan iuran, Kody juga berkomitmen untuk meningkatkan pembinaan terhadap seluruh anggota agar memiliki daya saing yang lebih kuat, memperoleh peluang usaha yang lebih luas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan industri kepelabuhanan yang terus berubah.
Ia menegaskan bahwa organisasi harus hadir sebagai mitra yang mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi anggota, bukan sekadar menjalankan fungsi administratif semata.
“Kami akan terus membuka ruang komunikasi, koordinasi, dan konsultasi bagi seluruh anggota yang mengalami kendala dalam menjalankan usahanya. Organisasi harus hadir sebagai rumah bersama yang memberikan perlindungan, solusi, dan manfaat nyata bagi seluruh anggota,” pungkas Kody Lamahayu Fredy kepada wartawa MSRI.
Musyawarah Wilayah (Muswil) APBMI Jawa Timur Tahun 2026 dipandang sebagai momentum strategis dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Berbagai gagasan dan program yang ditawarkan para kandidat diharapkan mampu memperkuat peran APBMI sebagai organisasi yang adaptif, profesional, dan mampu memperjuangkan kepentingan anggota di tengah dinamika industri kepelabuhanan nasional.
{Eka F. A}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments