Satlantas Polres Tulungagung Optimalkan ETLE Handheld, Wujudkan Penegakan Hukum Modern dan Akuntabel

Satlantas Polres Tulungagung Optimalkan ETLE Handheld, Wujudkan Penegakan Hukum Modern dan Akuntabel

MSRI, TULUNGAGUNG – Komitmen menghadirkan sistem penegakan hukum lalu lintas yang modern, akuntabel, dan berkeadilan terus diperkuat oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung Polda Jawa Timur melalui optimalisasi penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld.

Inovasi berbasis digital ini menjadi langkah strategis dalam meminimalisir interaksi langsung antara petugas dan pelanggar, sekaligus memastikan setiap proses penindakan berjalan objektif, transparan, serta berbasis bukti yang terekam secara elektronik di lapangan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, S.T.K., S.I.K., M.H., dalam keterangannya kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Rabu (29/4/2026), menegaskan bahwa kehadiran ETLE Handheld menjadi jawaban atas tuntutan publik terhadap sistem penegakan hukum yang bersih dan profesional.

“Seluruh proses penindakan kini berbasis data digital. Setiap pelanggaran terekam secara valid dan real-time, sehingga tidak ada ruang untuk negosiasi maupun praktik yang menyimpang di lapangan,” tegasnya.

Transformasi Penindakan: Dari Konvensional Menuju Presisi Digital

Implementasi ETLE Handheld menandai pergeseran signifikan dari metode penindakan konvensional menuju sistem yang lebih presisi dan terintegrasi. Dengan perangkat ini, petugas dapat langsung mendokumentasikan pelanggaran, memverifikasi data kendaraan, hingga memproses penindakan secara cepat dan akurat.

Lebih dari sekadar alat penegakan hukum, ETLE Handheld juga menjadi instrumen kontrol yang memperkuat integritas institusi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian di sektor lalu lintas.

Bukan Sekadar Penindakan, Tetapi Edukasi Keselamatan

AKP Taufik menegaskan, esensi utama dari penerapan ETLE Handheld bukanlah untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan sebagai sarana edukasi untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya disiplin berlalu lintas.

“Kami ingin membentuk budaya tertib berlalu lintas yang lahir dari kesadaran, bukan karena tekanan. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ajakan Membangun Budaya Tertib Berlalu Lintas

Satlantas Polres Tulungagung mengimbau seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan ekosistem lalu lintas yang aman dan tertib. Kepatuhan terhadap rambu, kelengkapan administrasi seperti SIM dan STNK, serta penggunaan perlengkapan berkendara yang sesuai standar menjadi langkah sederhana namun krusial dalam menjaga keselamatan.

“Dengan disiplin, kita bukan hanya menghindari sanksi, tetapi juga melindungi diri sendiri dan sesama pengguna jalan. Mari bersama wujudkan Tulungagung yang lebih aman, tertib, dan beradab di jalan raya,” pungkas AKP Taufik.

Reporter: Roni Yuwantoko

Kaperwil Jawa Timur

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama