MSRI, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) kembali menggulirkan program bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa pada tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, dengan menitikberatkan pada akses pendidikan tinggi bagi warga kurang mampu.
Dalam pengumuman yang disampaikan pada Kamis (23/4/2026), bantuan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri yang telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Surabaya, termasuk Universitas Brawijaya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya, Hidayat Syah, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin keberlanjutan pendidikan generasi muda.
“Program bantuan biaya pendidikan ini kami hadirkan untuk memastikan tidak ada anak Surabaya yang terhambat mengenyam pendidikan tinggi hanya karena faktor ekonomi. Ini adalah komitmen kami untuk membuka akses seluas-luasnya,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut, Hidayat Syah menekankan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara selektif dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Kami memprioritaskan mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui mekanisme verifikasi yang ketat. Selain itu, kami pastikan penerima tidak sedang menerima bantuan dari instansi lain agar program ini tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” imbuhnya.
Adapun sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima antara lain:
1. Memiliki KTP Surabaya sebagai bukti domisili resmi
2. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif di Perguruan Tinggi Negeri mitra Pemkot Surabaya
3. Melakukan pendaftaran secara daring serta mengunggah dokumen persyaratan melalui laman resmi
4. Diprioritaskan bagi mahasiswa dengan kondisi ekonomi terbatas
5. Berstatus belum menikah
6. Tidak sedang menerima beasiswa dari instansi lain
Pendaftaran program bantuan biaya pendidikan ini dilakukan secara online melalui portal resmi Pemkot Surabaya di besmart.surabaya.go.id.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akses pendidikan tinggi, publik berharap program ini tidak hanya berhenti pada aspek administratif, namun benar-benar menjangkau mahasiswa yang paling membutuhkan. Transparansi dalam proses seleksi menjadi faktor krusial yang akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan ini.
Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono yang akrab disapa Bram, menilai bahwa program ini merupakan langkah positif, namun tetap memerlukan pengawasan publik agar tidak melenceng dari tujuan awal.
“Inisiatif ini patut diapresiasi sebagai upaya membuka akses pendidikan. Namun, yang tidak kalah penting adalah memastikan implementasinya benar-benar transparan dan tepat sasaran. Jangan sampai program yang baik justru kehilangan substansi karena lemahnya pengawasan,” tegas Bram.
Dengan dibukanya program ini, Pemkot Surabaya diharapkan mampu memperkuat fondasi generasi muda yang unggul dan berdaya saing, sekaligus menjawab tantangan kesenjangan akses pendidikan di tingkat perguruan tinggi.
{Redaksi MSRI}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments