![]() |
| Dok, foto: Edukasi kepada pengendara dari Satlantas Polres Tulungagung, Kasa Raharja dan Bapenda Jatim Senin, (20/4/2026). |
MSRI, TULUNGAGUNG – Wajah kaku dan surat tilang yang biasanya mewarnai razia kendaraan bermotor berganti dengan senyum dan solusi.Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Tulungagung bersama UPT PPD Bapenda Jatim Tulungagung dan Jasa Raharja menggelar "Operasi Simpatik Terpadu" di depan Crown Hotel Tulungagung, Senin (20/4/2026) pagi.
Dalam operasi yang digelar secara nomaden di titik strategis itu, petugas gabungan sepakat menanggalkan sanksi denda. Sebagai gantinya, mereka menerapkan pendekatan humanis melalui teguran simpatik dan layanan "jemput bola" bagi wajib pajak.
Solusi Tanpa Paksaan: Bayar Pajak Sambil Berdialog
Tujuan utama operasi ini adalah meningkatkan kesadaran warga terhadap kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Alih-alih menyita kendaraan yang menunggak pajak, petugas justru menyediakan armada pembayaran di lokasi.
Kasi Pembayaran dan Penagihan Bapenda Provinsi UPT PPD Tulungagung, Joko Wicaksono Prestiawan, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menghukum, melainkan memfasilitasi.
![]() |
"Kami tidak melakukan penindakan. Sifatnya mengingatkan warga yang pajaknya terlambat. Kami sediakan layanan di tempat agar mereka tidak repot. Jika siap dananya, bisa langsung bayar. Jika belum, kami berikan edukasi tanpa ada paksaan," jelas Joko, Senin (20/4/2026).
Strategi persuasif ini terbukti efektif. Dari 11 kendaraan yang terjaring karena menunggak pajak, 10 di antaranya langsung memilih melunasi kewajiban di tempat. Salah satu wajib pajak bahkan diketahui berasal dari luar kota, Malang, yang merasa terbantu dengan kepraktisan layanan tersebut.
Teguran Humanis: Helm untuk Nyawa, Bukan untuk Polisi
Di sisi ketertiban lalu lintas, Satlantas menjaring sekitar 10 pengendara yang kedapatan tidak membawa SIM atau membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm. Menariknya, tak satu pun dari mereka yang pulang membawa surat tilang.
Kaur Mintu Satlantas Polres Tulungagung, IPDA Kikis, secara langsung memimpin dialog edukatif dengan para pelanggar. Ia menekankan bahwa aspek legalitas seperti SIM adalah bentuk tanggung jawab, namun keselamatan adalah prioritas utama.
"Penggunaan helm itu syarat mutlak untuk melindungi nyawa dan menekan angka fatalitas kecelakaan, bukan sekadar pelengkap untuk menghindari polisi. Kami ingin kesadaran ini tumbuh dari hati, bukan karena rasa takut akan sanksi," tegas IPDA Kikis.
Inisiatif 'Apresiasi Emas' bagi Warga Taat
Tak hanya memberikan kemudahan bagi yang terlambat pajak, tim gabungan juga memberikan penghargaan bagi masyarakat yang disiplin. Bekerja sama dengan Jasa Raharja, pihak Bapenda mensosialisasikan program "Apresiasi Emas".
Program ini dirancang sebagai bentuk _reward_ bagi wajib pajak yang patuh melunasi kewajibannya tepat waktu. Dengan adanya insentif ini, diharapkan citra ketaatan pajak bergeser dari sebuah beban menjadi sebuah kebanggaan bagi warga Tulungagung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari wartawan mediasuararakyatindonesia.id Operasi gabungan ini dijadwalkan akan terus dilaksanakan secara rutin satu hingga dua kali dalam sebulan. Dengan lokasi yang terus berpindah-pindah, sinergi antar-instansi ini diharapkan mampu menciptakan iklim berkendara yang aman sekaligus meningkatkan pendapatan daerah melalui pendekatan yang lebih bermartabat.
Reporter: Roni Yuwantoko
Kaperwil Jawa Timur
Editor: Redaksi MSRI
dibaca





Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments