![]() |
| Dok, foto: Pelajar SDN Sambikerep 1 Ditemukan Meninggal Dunia di Waduk Sambikerep. Selasa 10 Maret 2026. |
MSRI, SURABAYA - Peristiwa duka menyelimuti warga Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Jawa Timur. Seorang anak bernama Reyhan Ibnu Hafidz, pelajar kelas 3C SDN Sambikerep 1/479 Surabaya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Waduk Sambikerep yang berada di belakang wilayah Kelurahan Sambikerep, pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 13.20 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika korban bermain bersama lima orang temannya di sekitar area waduk tersebut. Saat itu, keempat anak tersebut diketahui berenang di dalam waduk yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
Namun beberapa saat kemudian, kelima teman korban memutuskan untuk berhenti berenang dan naik ke tepi waduk, sementara Reyhan masih berada di dalam air. Teman-temannya sempat memanggil korban agar segera naik, namun panggilan tersebut tidak mendapat respons.
Tidak lama setelah itu, korban tiba-tiba tenggelam ke dalam air. Melihat kejadian tersebut, teman-temannya panik dan segera memberitahukan kepada warga sekitar.
Mendapat laporan tersebut, warga bersama petugas gabungan langsung melakukan pencarian di area waduk. Proses pencarian melibatkan warga sekitar serta petugas yang berupaya menyisir area perairan waduk untuk menemukan korban.
Setelah dilakukan pencarian beberapa saat, tubuh Reyhan akhirnya ditemukan di dalam waduk. Korban kemudian dievakuasi dari dalam air, namun saat ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernapas dan diduga telah meninggal dunia.
Menurut cerita dari teman-teman korban yang saat itu berada di lokasi, sebelum tenggelam mereka sempat melihat seolah-olah Reyhan digendong oleh seorang nenek tua di dalam air. Namun hingga saat ini cerita tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya, dan diduga hanya persepsi anak-anak yang mengalami kepanikan saat menyaksikan kejadian tersebut.
Sementara itu, orang tua Reyhan Ibnu Hafidz, saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpa putranya.
“Kami sangat terpukul dan tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi. Reyhan pamit bermain seperti biasa bersama teman-temannya, namun ternyata musibah ini terjadi,” ungkap orang tua korban dengan nada sedih.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, warga sekitar, serta pihak sekolah. Reyhan diketahui merupakan pelajar aktif di SDN Sambikerep 1/479 Surabaya yang masih duduk di kelas 3C.
Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian warga sekitar, yang berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, serta mengingatkan para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di area perairan seperti waduk atau sungai.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di lingkungan yang berpotensi membahayakan. Warga setempat pun turut menyampaikan belasungkawa dan doa bagi almarhum Reyhan Ibnu Hafidz agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Reporter : Eka F. A
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments