MSRI, GRESIK - Dalam momentum hangat pasca-Idulfitri 1447 H, Polres Gresik menggelar pertemuan strategis bersama seluruh kepala desa se-Kabupaten Gresik sebagai langkah konkret memperkuat sistem pengamanan swakarsa hingga ke pelosok wilayah.
Kegiatan yang dikemas dalam nuansa halalbihalal ini menjadi ruang konsolidasi antara Polri dan pemerintah desa guna memperkokoh sinergitas dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) secara berkelanjutan. Minggu (29/3/2026).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, didampingi Wakapolres Kompol Shabda Purusha Putra serta jajaran Pejabat Utama (PJU). Turut hadir Ketua DPD PKDI Jawa Timur Syaifullah Mahdi dan Ketua PKDI Kabupaten Gresik Nurul Yatim bersama para kepala desa.
Dalam sambutannya, AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa kepala desa memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia memberikan apresiasi atas peran aktif pemerintah desa dalam merawat stabilitas sosial di tengah dinamika masyarakat yang kian kompleks.
“Sinergi antara Polri dan pemerintah desa merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan nyata, mulai dari potensi konflik sosial, penyalahgunaan narkotika, hingga maraknya praktik judi online yang menyasar generasi muda,” tegasnya.
Selain isu keamanan, Kapolres juga mendorong peran aktif pemerintah desa dalam mendukung program strategis nasional, seperti penguatan ketahanan pangan serta implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat desa sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut memaparkan capaian kinerja Polres Gresik yang berhasil menembus tiga besar nasional dalam respons cepat layanan Call Center 110. Ia juga mengoptimalkan sosialisasi inovasi layanan “Lapor Cak Rama” sebagai kanal aduan masyarakat yang cepat, responsif, dan terintegrasi.
Ketua DPD PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh penguatan edukasi Kamtibmas di tingkat desa. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menciptakan desa yang aman dan berdaya.
Senada, Ketua PKDI Gresik, Nurul Yatim, berharap sinergi dan pendampingan dari Polres Gresik dapat terus berlanjut secara berkesinambungan, mengingat keamanan merupakan prasyarat mutlak bagi percepatan pembangunan desa.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif. Berbagai persoalan riil disampaikan para kepala desa, mulai dari dinamika keamanan di wilayah kepulauan pasca-Lebaran, potensi gesekan antar-perguruan silat, hingga meningkatnya kekhawatiran terhadap pengaruh judi online di kalangan pemuda desa.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres menegaskan komitmennya untuk membuka ruang komunikasi yang inklusif dan responsif. Ia juga menginstruksikan jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, agar mengedepankan pendekatan persuasif dan kolaboratif dalam setiap penyelesaian persoalan di tingkat desa.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Polres Gresik dalam membangun sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi Kamtibmas yang adaptif, humanis, dan berkelanjutan hingga ke akar rumput.
Reporter: Eka F. A
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments