![]() |
| Dok, foto: Udeng dan Kaweng Tengger Tosari Resmi Diakui sebagai WBTbI, Kabupaten Pasuruan Catat Prestasi Budaya. |
MSRI, PASURUAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) kepada Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa dalam acara Festival Takjil Ramadhan di Taman Krida Budaya Jawa Timur.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima sertifikat WBTbI dari Kementerian Kebudayaan RI terkait Udeng dan Kaweng Tengger khas Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Gubernur berpesan agar setiap kabupaten/kota lebih aktif menggali, mendata, dan menginventarisasi potensi warisan budaya takbenda di wilayahnya masing-masing.
Agus Hari Wibawa, mengatakan bahwa pesan Gubernur jelas dan hal penting sebagai bentuk perlindungan dan penguatan identitas budaya.
Menurut Agus, Udeng dan Kaweng Tengger dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Tengger yang tidak terpisahkan. Sehari-hari, Udeng Tengger merupakan ikat kepala tradisional yang digunakan oleh laki-laki Suku Tengger sebagai pelengkap pakaian kegiatan keagamaan, ritual adat maupun kegiatan sehari-hari masyarakat Suku Tengger. Sedangkan Kaweng Tengger merupakan perlengkapan pakaian tradisional berupa kain atau sarung yang dililitkan di badan dan dipakai oleh masyarakat Suku Tengger baik laki-laki maupun perempuan.
“Kedua warisan budaya tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi kehidupan masyarakat adat Tengger yang masih lestari hingga kini. Dengan memakai sarung, sang pemakai sarung berarti telah membawa simbol agar perilakunya dan ucapannya bisa melewati jalur yang benar,” ucap Agus Seperti dalam siaran tertulis Pemkab Pasuruan, Kamis (26/2/2026).
Usai ditetapkan, Pemkab Pasuruan menurut Agus menyampaikan apresiasi dan bangganya serta mempersembahkan penghargaan ini untuk seluruh masyarakat Tengger yang ada di wilayah Kecamatan Tosari.
“Pengakuan Udeng dan Kaweng Tengger sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia menjadi momentum penting bagi Kabupaten Pasuruan untuk terus memperkuat pelestarian budaya daerah,” ujarnya.
Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan komunitas budaya dan tokoh adat untuk mengidentifikasi potensi budaya lain yang layak diusulkan.
Reporter : David cs
Sumber Dinas KOMINFO JATIM
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments