![]() |
| Dok, foto: Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Taufik Nabila, memberikan bantuan bentor baru pada Hartoyo. Keterangan pers, |
MSRI, TULUNGAGUNG – Kepedulian terhadap masyarakat kecil kembali ditunjukkan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung dengan menyerahkan bantuan becak motor (bentor) kepada Hartoyo, warga Kelurahan Tertek, Kabupaten Tulungagung, yang sebelumnya menjadi korban tabrak lari di depan Pasar Ngemplak.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB itu sempat membuat Hartoyo kehilangan mata pencaharian. Bentor miliknya yang terparkir di bahu jalan tertabrak mobil jenis Isuzu Panther hingga rusak berat dan terseret beberapa meter.
Namun harapan kembali hadir. Pada Selasa (17/2/2026), Satlantas Polres Tulungagung menyerahkan bantuan bentor baru agar Hartoyo dapat kembali bekerja sebagai pengangkut ikan di Pasar Ngemplak profesi yang telah lama menjadi sumber penghidupannya.
Kapolres Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K., M.Si., M.H., melalui Kasatlantas AKP Muhammad Taufik Nabila, S.T.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian institusi kepolisian terhadap korban kecelakaan lalu lintas, khususnya masyarakat yang menggantungkan hidup dari kendaraan kerja.
“Kami memberikan bantuan bentor ini bukan untuk angkutan orang, melainkan untuk mengangkut ikan, karena itu adalah mata pencaharian korban di Pasar Ngemplak,” ujar AKP Taufik Nabila saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Kamis (18/2/2026).
Ia menjelaskan, setelah kejadian, kasus tersebut sempat menjadi perhatian publik. Pengemudi mobil berinisial MD sempat melarikan diri karena panik, sehingga memicu pengejaran warga dan rangkaian insiden hingga kendaraan akhirnya berhenti di wilayah Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Dalam situasi tersebut, seorang anggota Satlantas yang berupaya mengamankan pelaku dari amukan massa turut mengalami luka di bagian kepala.
Meski demikian, perkara tersebut telah diselesaikan secara damai melalui pendekatan restorative justice. Kepolisian memfasilitasi mediasi antara korban dan pelaku hingga tercapai kesepakatan bersama.
“Kedua pihak telah berdamai. Korban memahami bahwa kejadian ini bukan unsur kesengajaan, dan pelaku juga masih menjalani rawat jalan akibat luka yang dialaminya,” jelasnya.
Sementara itu, Hartoyo mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Bentor baru tersebut kini kembali menjadi alat utamanya untuk mengangkut ikan dan barang dagangan di pasar.
“Saya sangat senang dan berterima kasih. Sekarang saya sudah bisa mulai bekerja kembali. Bentor ini memang alat utama saya untuk mencari nafkah setiap hari,” ungkap Hartoyo saat diwawancarai wartawan mediasuararakyatindonesia.id.
Bantuan tersebut tidak hanya menjadi solusi atas kerugian materiil yang dialami korban, tetapi juga menjadi simbol empati dan kehadiran negara melalui institusi kepolisian dalam menjaga sekaligus mengayomi masyarakat.
Reporter: Roni Yuwantoko
Kaperwil Jawa Timur
Editor: Redaksi MSRI
dibaca



Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments