![]() |
| Dok, foto: Haul Mbah Wali Ageng Kusumo di Pucangan: Sinergi Spiritual Yayasan Al Ghoibi dan Warga Sanan Meneguhkan Birrul Walidain Menyambut Ramadhan 1447 H. Selasa (17/2/2026). |
MSRI, TULUNGAGUNG – Pelataran Pesarean Mbah Wali Ageng Kusumo, Krapyak, Desa Pucangan, dipenuhi puluhan jamaah dalam gelaran Haul Mbah Wali Ageng Kusumo dan Megengan Massal, Selasa 17 Februari 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Al Ghoibi bersama warga Dusun Sanan serta Mitra Usaha Al Ghoibi ini berlangsung khidmat, menghadirkan nuansa religius yang mendalam sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur sekaligus penguatan spiritual menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H.
Rangkaian Ibadah Penuh Kekhusyukan
Sejak pagi hari, kegiatan diawali dengan lantunan suci Khatmil Qur’an Binadhor. Firman Allah SWT dalam QS. Al-Hasyr ayat 18 menjadi pengingat utama dalam momentum ini:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
Memasuki waktu ba’da Dzuhur, jamaah bersama-sama melantunkan Dzikir Sholawat Al-Fatih dan Tahlil, ditujukan bagi para wali Allah serta para leluhur jamaah dan warga yang telah wafat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.” (HR. Muslim)
Hadits ini menjadi landasan spiritual bahwa doa dan kiriman amal dari generasi penerus merupakan bentuk bakti yang terus mengalirkan pahala bagi para pendahulu.
Apresiasi Pemerintah Desa
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Pucangan, Slamet Wibowo, jajaran tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) usai acara, Slamet kembali menegaskan bahwa kegiatan haul dan Megengan memiliki dampak sosial yang nyata.
“Kami berterima kasih kepada Yayasan Al Ghoibi dan para mitra usaha Al Ghoibi. Kegiatan ini memberikan ‘Aroma Spirit’ yang sangat positif bagi warga Pucangan.
Ini bukan sekadar tradisi, melainkan pengingat akan akar sejarah dan nilai spiritual kita,” ujarnya.
Tausyiah: Ngunduh Karomah Melalui Birrul Walidain
Puncak acara diisi tausyiah oleh Gus Edi yang menekankan pentingnya konsep Ngunduh Karomah melalui jalan Birrul Walidain (berbakti kepada orang tua) dan Birrul Waliyallah (menghormati para kekasih Allah).
Landasan Qur’ani tentang birrul walidain ditegaskan dalam QS. Al-Isra ayat 23:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.”
Gus Edi juga mengulas filosofi Megengan sebagai sarana penyucian diri, muhasabah, serta kesiapan batin menyambut Ramadhan—bulan yang Allah muliakan sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 tentang keagungan bulan diturunkannya Al-Qur’an.
Doa pamungkas dipimpin oleh Kyai Mualif dari Kates, memanjatkan keberkahan bagi para leluhur serta seluruh jamaah yang hadir.
Gotong Royong dan Spirit Kebersamaan
Keberhasilan acara ini tak lepas dari partisipasi aktif warga Dusun Sanan. Humas Mitra Usaha Al Ghoibi, Yeni Srikandi, menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi masyarakat.
“Kelancaran acara ini adalah buah dari gotong royong warga Sanan. Semoga segala bentuk bantuan menjadi barokah bagi kita semua,” tuturnya.
Momentum haul dan Megengan ini menjadi cerminan sinergi spiritual antara lembaga, masyarakat, dan pemerintah desa dalam menjaga tradisi yang sarat nilai keislaman, sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah kehidupan sosial.
Reporter : Roni Yuwantoko
Kaperwil Jatim
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments