Di Balik Kerasnya Hidup, Ada Ayah dan Kakak yang Tak Pernah Menyerah Demi Keluarga

Di Balik Kerasnya Hidup, Ada Ayah dan Kakak yang Tak Pernah Menyerah Demi Keluarga
Dok, foto: Di Balik Kerasnya Hidup, Ada Ayah dan Kakak yang Tak Pernah Menyerah Demi Keluarga. Suroso Lahir dan tumbuh di Dusun Waru, Desa Sumberjo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

MSRI, PASURUAN - Hidup tak selalu memberi jalan yang mudah. Namun bagi mereka yang menjalaninya dengan iman, kesabaran, dan cinta kepada keluarga, setiap langkah menjadi ibadah. Itulah cerminan kehidupan Suroso, seorang ayah sekaligus kakak, yang menjalani perannya dengan penuh keteguhan, tanpa pernah mengeluh di hadapan orang-orang yang ia cintai.

Lahir dan tumbuh di Dusun Waru, Desa Sumberjo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Suroso dikenal sebagai pekerja keras. Meski kerap dipandang sederhana sebagai tukang bangunan, ia juga menekuni usaha sound system yang mumpuni di bidang musik serta mengelola beberapa aset kos-kosan yang dijalankan dengan jujur dan penuh tanggung jawab. Baginya, rezeki bukan hanya hasil kerja, tetapi titipan Allah yang harus dijaga keberkahannya.

Sebagai kakak, ia mengambil peran orang tua setelah mereka berpulang. Ia menjadi pelindung, penopang, sekaligus teladan bagi adiknya, Mulyono (Mbah Mol), yang merupakan bagian dari keluarga besar Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) dan sebagai Kabiro Mojokerto. Nilai kesabaran, keikhlasan, dan kerja keras ia tanamkan melalui perbuatan, bukan sekadar nasihat.

Allah SWT berfirman:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya.” (QS. Luqman: 14).

Ayat ini hidup dalam keseharian keluarga mengajarkan bakti, hormat, dan tanggung jawab yang dijaga lintas generasi. Keluarga besar MSRI meyakini bahwa keharmonisan keluarga adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan dan pengabdian, termasuk dalam menjalankan tugas jurnalistik yang berintegritas.

Dalam satu kesempatan, Suroso berpesan dengan suara yang tenang namun penuh makna:

Dik, jalani hidup ini dengan sabar dan ikhlas. Jangan menyerah. Kita berjuang demi keluarga. Jaga kesehatan, karena sehat itu nikmat. Mas selalu mendoakan agar kita semua diberi kekuatan dan keberkahan.”

Sebagai ayah dan kakak, doa menjadi senjatanya. Ia kerap memanjatkan harap:

“Ya Allah, jagalah keluargaku. Berikan kesehatan, rezeki yang halal, dan hati yang kuat untuk tetap bersyukur dalam setiap keadaan.”

Bagi penulis, Suroso bukan sekadar kakak, melainkan pengganti orang tua yang telah lama tiada. Rasa hormat diwujudkan dengan sungkem dan ketundukan hati, sebagai bentuk bakti kepada sosok yang telah menjadi pengasuh, penuntun, dan penjaga keluarga.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa hidup yang dijalani dengan iman, kerja keras, dan doa tidak pernah sia-sia. 

Sebab sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. At-Taubah: 120).

Reporter : Mbah Mul

Editor : Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama