Mengusung Tema “Create, Innovate, Inspire”, Frateran Digital Challenge 2026 Cetak Generasi Muda Kreatif dan Berintegritas
MSRI, SURABAYA – SMA Katolik Frateran Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas, inovasi, dan pengembangan potensi generasi muda melalui penyelenggaraan puncak kegiatan Frateran Digital Challenge (FDC) 2026, Senin (2/11/2026).
Mengusung tema “Create, Innovate, Inspire”, kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari kalangan pelajar. Sebanyak 330 siswa dari 39 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam kompetisi yang memadukan kreativitas, teknologi digital, kewirausahaan, hingga olahraga elektronik atau esports.
Peserta FDC 2026 tidak hanya berasal dari Surabaya dan sejumlah kota di Jawa Timur, tetapi juga dari luar provinsi, di antaranya Surakarta, Lampung, Palangka Raya, dan Balikpapan.
Keikutsertaan pelajar dari berbagai daerah tersebut menjadi bukti bahwa Frateran Digital Challenge semakin berkembang sebagai wadah kolaborasi antarsekolah. Melalui kegiatan ini, para pelajar memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, bertukar pengalaman, mengembangkan gagasan kreatif, sekaligus membangun jejaring positif dengan sesama generasi muda.
Lebih dari sekadar kompetisi, FDC 2026 dirancang sebagai sarana pembelajaran yang memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kerja sama tim, serta keberanian menghadapi tantangan perkembangan teknologi.
FDC Academy, Bekal Siswa Mengelola Kegiatan
Kesuksesan penyelenggaraan FDC 2026 tidak terlepas dari proses persiapan panjang yang melibatkan para siswa sebagai penggerak utama kegiatan.
Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui FDC Academy yang diselenggarakan pada 28–29 Agustus 2026 di SMA Katolik Frateran Surabaya. Program tersebut menjadi tahap pembekalan bagi para siswa yang tergabung dalam kepanitiaan agar memiliki kemampuan dan kesiapan dalam mengelola kegiatan berskala besar.
Dalam FDC Academy, para siswa mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari kepemimpinan, manajemen proyek, komunikasi publik, digital branding, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), kewirausahaan, kerja sama tim, hingga pelayanan prima atau service excellence.
Pembekalan tersebut bertujuan membentuk karakter siswa yang mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki keterampilan dalam mengorganisasi sebuah kegiatan.
Setelah mengikuti pembekalan, setiap divisi kepanitiaan menyusun program kerja dan menjalankan tanggung jawab masing-masing hingga seluruh rangkaian FDC 2026 terlaksana.
Menariknya, penyelenggaraan kegiatan ini menerapkan konsep Student Led – Teacher Guided, yakni siswa diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk menjadi penggerak utama, sedangkan guru berperan sebagai pendamping, pembimbing, sekaligus fasilitator.
Pendekatan tersebut menjadi bentuk pembelajaran nyata bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui pengalaman langsung mengelola kegiatan, para siswa dapat mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, kolaborasi, serta tanggung jawab.
Lima Cabang Kompetisi, Ruang Kreativitas Pelajar
Pada puncak kegiatan FDC 2026, para peserta terbaik yang telah melewati tahapan pendaftaran dan seleksi berkesempatan menunjukkan kemampuan mereka pada babak Grand Final.
Terdapat lima cabang kompetisi yang dipertandingkan, yaitu Digital Poster Competition, AI Creativity Challenge, Short Video Challenge, Business Idea Pitch, dan Mobile Legends.
Masing-masing cabang dirancang untuk mengakomodasi beragam minat, bakat, serta kemampuan pelajar di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan keterampilan masa depan.
Digital Poster Competition menjadi wadah bagi peserta untuk menuangkan gagasan dan pesan kreatif melalui karya visual. Sementara itu, Short Video Challenge memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menyampaikan ide, cerita, dan pesan inspiratif melalui media audiovisual.
Pada AI Creativity Challenge, peserta didorong untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara kreatif dan produktif. Kompetisi ini sekaligus memperkenalkan peluang pemanfaatan AI sebagai sarana pendukung proses berkarya dan berinovasi.
Sementara itu, Business Idea Pitch menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan gagasan kewirausahaan, menyusun konsep bisnis, serta mempresentasikan ide mereka secara terstruktur dan meyakinkan.
Adapun kompetisi Mobile Legends memberikan pengalaman berbeda dengan mengasah kemampuan strategi, konsentrasi, koordinasi, komunikasi, serta kerja sama tim.
Khusus cabang Mobile Legends, tahapan seleksi dilaksanakan secara daring. Selanjutnya, babak semifinal dan final diselenggarakan secara langsung atau on-site di SMA Katolik Frateran Surabaya.
Melalui seluruh cabang kompetisi tersebut, panitia tidak hanya memberikan ruang bagi peserta untuk mengejar prestasi, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, integritas, dan tanggung jawab.
Kreativitas dan Inovasi Harus Berjalan Bersama Integritas
Dalam sambutannya, Koordinator Utama FDC 2026, Octhan Setyawan, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa kreativitas dan inovasi harus selalu berjalan beriringan dengan integritas.
Menurutnya, sebuah kompetisi tidak semata-mata menjadi ajang untuk mendapatkan gelar juara, tetapi juga kesempatan bagi setiap peserta untuk belajar membangun karakter dan menunjukkan nilai-nilai positif dalam kehidupan.
Ia menekankan bahwa integritas merupakan prinsip penting yang harus dimiliki setiap generasi muda, baik ketika berada dalam pengawasan maupun ketika tidak ada orang lain yang memperhatikan.
“Integritas bukan hanya ditunjukkan ketika kita diawasi, tetapi juga ketika kita memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu tanpa diketahui orang lain,” ungkap Octhan Setyawan.
Ia juga mengajak seluruh peserta agar mengikuti kompetisi dengan menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas. Kepada para guru pendamping, ia berharap agar bersama-sama memberikan teladan mengenai pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan sikap sportif kepada generasi muda.
Lebih lanjut, Octhan menyampaikan bahwa keberanian untuk mencoba, kemauan untuk terus belajar, serta karya yang berhasil dihasilkan merupakan pencapaian yang patut mendapatkan apresiasi.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir sebuah perlombaan, tetapi juga oleh proses pembelajaran, perjuangan, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi.
“Tujuan kita bukan hanya melahirkan para juara, tetapi juga generasi muda yang kreatif, inovatif, berintegritas, dan mampu menginspirasi sesama,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam penyelenggaraan FDC 2026, bahwa prestasi harus dibangun melalui proses yang sehat dan berkarakter.
Kepala Sekolah Apresiasi Peserta dan Panitia
Pada sesi awarding atau pemberian penghargaan, Kepala SMA Katolik Frateran Surabaya, Fr. M. Wilhelmus Satel Sura, BHK., S.Pd., M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dewan juri, serta panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berpesan agar para pelajar tidak berhenti mengembangkan kemampuan diri dan terus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
“Jangan berhenti berkarya, menciptakan inovasi, dan selalu menginspirasi bagi lingkungan dan sesama,” pesannya.
Pesan kepala sekolah tersebut sekaligus memperkuat makna tema FDC 2026, yakni Create, Innovate, Inspire.
Para peserta diharapkan tidak hanya menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama, tetapi juga membawa pulang pengalaman, pengetahuan, serta semangat baru untuk terus mengembangkan potensi diri.
Dengan demikian, pengalaman mengikuti FDC 2026 dapat menjadi bekal berharga bagi para pelajar dalam menghadapi tantangan pendidikan dan perkembangan teknologi pada masa mendatang.
Daftar Pemenang Grand Final FDC 2026
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, berikut daftar para pemenang Grand Final FDC 2026 dari lima cabang kompetisi:
1. Digital Poster Competition
- Juara 1: Tania Putri Ayu – SMP Katolik St. Stanislaus 2 Surabaya.
- Juara 2: Clarinta Nathania Chastine Rengkung – SMP Katolik Santo Yusuf Mojokerto.
- Juara 3: Alicia Lintang – SMP Katolik Angelus Custos 1.
- Juara Favorit: Tania Putri Ayu – SMP Katolik St. Stanislaus 2 Surabaya.
2. AI Creativity Challenge
- Juara 1: Luis Valerio Imanuel – SMP Katolik Santo Mikael Balikpapan.
- Juara 2: Raffi Syafaraz Ghazali – SMP Labschool Kebayoran.
- Juara 3: Aron Giovanni Bastian Sihotang – SMP Kristen Petra 5 Surabaya.
- Juara Favorit: Aron Giovanni Bastian Sihotang – SMP Kristen Petra 5 Surabaya.
3. Short Video Challenge
- Juara 1: Tim Luminance – SMP Katolik Stella Maris Surabaya.
- Juara 2: Tim The KiWaLi – SMP Kristen Logos Surabaya.
- Juara 3: Tim Penyimpanan Penuh – SMP Katolik Karitas 3 Surabaya.
- Juara Favorit: Tim StarBloom – SMP Katolik Santo Paulus Palangka Raya.
4. Business Idea Pitch
- Juara 1: Tim Invictus – SMP Kristen Petra 3 Surabaya.
- Juara 2: Tim Nemesis – SMP Katolik St. Stanislaus 2 Surabaya.
- Juara 3: Tim Triple A – SMP Little Sun School Surabaya.
- Juara Favorit: Tim Invictus – SMP Kristen Petra 3 Surabaya.
5. Mobile Legends
- Juara 1: Tim RVR – SMP Katolik Santo Carolus Surabaya.
- Juara 2: Tim Standu X JOESTAR – SMP Katolik Santo Stanislaus 2 Surabaya.
- Juara 3: Tim Pelajar Teladan – SMP Katolik Santa Agnes Surabaya.
- Most Valuable Player (MVP): Arya Kenzie M. – Tim RVR.
Deretan pemenang tersebut memperlihatkan beragam potensi dan kemampuan pelajar dari berbagai sekolah. Keberhasilan mereka diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan kompetensi, dan menghasilkan karya yang semakin berkualitas.
Wadah Kolaborasi dan Pembentukan Karakter Generasi Muda
Keberhasilan penyelenggaraan Frateran Digital Challenge 2026 merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari jajaran sekolah, guru pendamping, dewan juri, peserta, hingga seluruh panitia yang terlibat sejak tahap persiapan sampai pelaksanaan Grand Final.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada para siswa yang tergabung dalam kepanitiaan. Dengan semangat dan tanggung jawab, mereka telah mengambil peran aktif dalam mengelola seluruh rangkaian kegiatan sehingga dapat berlangsung dengan baik.
Keterlibatan siswa sebagai penggerak utama menjadi salah satu nilai lebih FDC 2026. Mereka tidak hanya menjadi penyelenggara sebuah kompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan organisasi, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama.
Melalui kegiatan ini, SMA Katolik Frateran Surabaya berharap dapat terus memperluas ruang kolaborasi antarsekolah, memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pelajar untuk menunjukkan potensi, serta menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman.
FDC 2026 juga menjadi bukti bahwa dunia pendidikan perlu terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan pembentukan karakter.
Pada akhirnya, Frateran Digital Challenge bukan hanya tentang siapa yang berhasil meraih gelar juara, melainkan tentang bagaimana setiap peserta berani menciptakan sesuatu, mengembangkan inovasi, dan memberikan inspirasi bagi orang lain.
Melalui semangat Create, Innovate, Inspire, SMA Katolik Frateran Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, berintegritas, memiliki daya saing, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan masa depan bangsa.
Reporter: Excel AW
MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya
dibaca





Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments