Budi Sutono, S.H., Bakal Calon Kades Termuda dari Delapan Kandidat, Usung Semangat “Berbenah Menuju Desa Gelanggang yang Lebih Baik”

Budi Sutono, S.H., Bakal Calon Kades Termuda dari Delapan Kandidat, Usung Semangat “Berbenah Menuju Desa Gelanggang yang Lebih Baik”

MSRI, LOMBOK TIMUR - Kontestasi bakal calon Kepala Desa Gelanggang, Kabupaten Lombok Timur, diikuti delapan kandidat dengan latar belakang dan gagasan masing-masing. Di antara para kandidat tersebut, Budi Sutono, S.H., disebut sebagai bakal calon termuda yang mengusung semangat pembenahan desa melalui jargon “Berbenah Menuju Desa Gelanggang yang Lebih Baik.”

Semangat tersebut, menurut Budi Sutono, menjadi landasan untuk mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan desa, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat secara luas.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, Budi Sutono menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) merupakan bagian dari ikhtiar untuk ikut berkontribusi dalam mendorong kemajuan Desa Gelanggang.

“Bagi saya, berbenah bukan sekadar slogan, melainkan semangat untuk memperbaiki hal-hal yang masih perlu dibenahi dan melanjutkan apa yang sudah berjalan dengan baik. Desa Gelanggang memiliki potensi yang perlu dikelola secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Budi Sutono.

Ia menegaskan, upaya membangun desa tidak cukup hanya mengandalkan gagasan, tetapi juga membutuhkan komitmen, perencanaan yang matang, tata kelola pemerintahan yang baik, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.

Menurutnya, pemerintahan desa harus mampu menjalankan pelayanan secara terbuka, responsif, dan bertanggung jawab. Aspirasi masyarakat juga perlu menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan serta prioritas pembangunan desa.

“Desa adalah milik seluruh masyarakat, bukan milik kelompok tertentu. Karena itu, setiap upaya pembangunan harus mengedepankan kepentingan bersama, keterbukaan, dan pemerataan manfaat. Masyarakat harus memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan,” tegasnya.

Semangat Muda Harus Diiringi Tanggung Jawab

Sebagai bakal calon termuda di antara delapan kandidat, Budi Sutono menilai bahwa generasi muda memiliki ruang dan kesempatan untuk mengambil bagian dalam pembangunan desa. Namun, ia berpandangan bahwa semangat muda harus disertai tanggung jawab, kedewasaan dalam bersikap, kemauan belajar, serta kesediaan mendengarkan berbagai pandangan masyarakat.

Baginya, perbedaan usia maupun latar belakang antarkandidat merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Hal terpenting adalah bagaimana setiap bakal calon mampu menyampaikan gagasan secara santun, mengedepankan persaingan yang sehat, serta menghormati hak masyarakat dalam menentukan pilihan.

Jargon “Berbenah Menuju Desa Gelanggang yang Lebih Baik” pun, lanjutnya, bukan semata-mata tentang perubahan kepemimpinan, melainkan ajakan untuk membangun kesadaran bersama bahwa kemajuan desa memerlukan proses, kerja sama, dan komitmen berkelanjutan.

Budi Sutono berharap, momentum Pilkades dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mencermati visi, gagasan, serta rencana kerja setiap kandidat secara objektif sebelum menentukan pilihan sesuai hati nurani.

“Harapan saya, Pilkades ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memikirkan masa depan Desa Gelanggang. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi persaudaraan, persatuan, dan kerukunan masyarakat harus tetap kita jaga. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah, kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” tuturnya.

Demokrasi Sehat, Persatuan Masyarakat Tetap Terjaga

Kontestasi Pilkades Desa Gelanggang diharapkan berlangsung secara demokratis, aman, damai, dan menjunjung tinggi prinsip keterbukaan. Masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan arah kepemimpinan desa dengan mempertimbangkan gagasan, kapasitas, komitmen, serta program yang disampaikan masing-masing kandidat.

Dalam proses tersebut, penyampaian visi dan misi hendaknya menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang memadai, bukan menjadi sumber perpecahan di tengah kehidupan sosial.

Semangat pembenahan desa pada akhirnya perlu diwujudkan melalui langkah-langkah nyata, perencanaan yang terukur, pelayanan yang bertanggung jawab, serta pembangunan yang memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Berbenah bukan hanya tentang pergantian, melainkan ikhtiar bersama untuk membangun Desa Gelanggang yang lebih baik,” menjadi pesan yang diusung Budi Sutono dalam memperkenalkan semangat dan gagasannya kepada masyarakat.

MSRI memandang bahwa dinamika Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti setiap tahapan dengan bijak, menjaga kondusivitas, serta memberikan kepercayaan berdasarkan pertimbangan yang matang dan pilihan masing-masing.

Budi Sutono, S.H., Bakal Calon Kades Termuda dari Delapan Kandidat, Usung Semangat “Berbenah Menuju Desa Gelanggang yang Lebih Baik”

Reporter: Makbul

Liputan MSRI BALI-NTB

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama