Monas Jadi Panggung Solidaritas Palestina, 1.000 Relawan Bentangkan Bendera Raksasa Indonesia-Palestina

Monas Jadi Panggung Solidaritas Palestina, 1.000 Relawan Bentangkan Bendera Raksasa Indonesia-Palestina

MSRI, JAKARTA – Ribuan langkah solidaritas berkumpul di jantung Ibu Kota. Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, menjadi saksi menguatnya dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Sebanyak 1.000 relawan kemanusiaan mengikuti apel akbar sekaligus membentuk dan membentangkan bendera raksasa Indonesia-Palestina, Minggu (1/11/2026).

Aksi tersebut bukan sekadar seremoni pengibaran bendera. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pesan terbuka bahwa kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina, perjuangan memperoleh kemerdekaan, serta pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa masih menjadi bagian penting dari gerakan solidaritas kemanusiaan masyarakat Indonesia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 yang diselenggarakan Aqsa Working Group (AWG). Memasuki tahun keenam pelaksanaannya, BSP tahun ini mengusung tema penguatan peran advokasi global menuju pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.

Apel Akbar 1.000 Relawan Kemanusiaan dikoordinasikan oleh Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), dengan melibatkan lima elemen relawan, yakni tim penyelamat (rescue), tenaga medis, jurnalis, konstruksi, dan aktivis sosial. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan luasnya partisipasi masyarakat dalam gerakan kemanusiaan.

Monas Jadi Panggung Solidaritas Palestina, 1.000 Relawan Bentangkan Bendera Raksasa Indonesia-Palestina

Barisan defile relawan dipimpin langsung Ketua Umum UAR, Endang Sudrajat. Mereka memasuki area apel dengan iringan marching band dari para siswa Insan Mandiri Cibubur, menghadirkan suasana khidmat sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan.

Solidaritas Indonesia-Palestina juga ditampilkan melalui aksi udara. Lima pilot dari Komunitas Paramotor Indonesia menerbangkan bendera Merah Putih dan Palestina berukuran 2,5 x 4 meter di langit Monas. Pemandangan tersebut menjadi simbol persaudaraan dan dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Pembukaan BSP 2026 secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, didampingi Pembina Utama AWG, Imaam Yakhsyallah Mansur, serta sejumlah tokoh nasional.

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera, Wakil Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Oke Setiadi Aflendi, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, penulis Asma Nadia, serta aktivis kemanusiaan Abdillah Onim.

Monas Jadi Panggung Solidaritas Palestina, 1.000 Relawan Bentangkan Bendera Raksasa Indonesia-Palestina

Solidaritas Tidak Boleh Berhenti pada Seremoni

Ketua Presidium AWG, M. Anshorullah, menegaskan bahwa pembelaan terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa tidak boleh berhenti pada momentum tertentu. Menurutnya, solidaritas harus diwujudkan melalui konsistensi gerakan, penguatan advokasi, serta keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat.

"Pembelaan terhadap Palestina dan Al-Aqsa tidak boleh melemah, apalagi berhenti. Bulan Solidaritas Palestina (BSP) yang diperingati setiap November menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen, menyatukan gerakan, dan mengonsolidasikan berbagai aktivitas advokasi yang telah dilakukan sepanjang tahun," ujar Anshorullah dalam keterangannya.

Menurut AWG, BSP tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus berkembang menjadi ruang konsolidasi gerakan yang mampu memperluas dukungan terhadap Palestina melalui pendidikan, media, diplomasi masyarakat, dan aksi kemanusiaan.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, rangkaian BSP 2026 akan berlangsung sepanjang November dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan, lembaga kemanusiaan, institusi pendidikan, tokoh agama, akademisi, hingga berbagai komunitas.

Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari Solidarity Run for Palestine, Talkshow Perempuan Palestina, edukasi Baitul Maqdis, hingga Summit for Palestine yang dijadwalkan berlangsung pada 6 November di Masjid Cinta Al-Aqsa.

Puncak rangkaian kegiatan akan digelar melalui Long March Cinta Al-Aqsa pada 28–29 November. Para peserta dijadwalkan berjalan dari Masjid Al-Taqwa, Cileungsi, Bogor, menuju Masjid Istiqlal, Jakarta.

Seluruh rangkaian BSP 2026 direncanakan ditutup pada 29 November di Masjid Istiqlal, bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.

Selain menggelar berbagai kegiatan advokasi dan kemanusiaan, AWG juga mengajak masyarakat mendukung gerakan boikot terhadap produk-produk yang menurut organisasi tersebut terafiliasi dengan Zionisme Israel. AWG sekaligus mendorong penegakan keadilan internasional bagi rakyat Palestina.

Dari Simbol Menjadi Gerakan Nyata

Melalui BSP 2026, AWG berharap solidaritas masyarakat Indonesia tidak berhenti pada pembentangan bendera, apel akbar, maupun kegiatan seremonial lainnya. Dukungan tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang terorganisasi, konsisten, dan berkelanjutan.

Pesan yang mengemuka dari Monas cukup jelas: solidaritas harus melampaui simbol. Kepedulian perlu diwujudkan melalui edukasi, advokasi, diplomasi masyarakat, serta aksi nyata untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Reporter: Aditya WP

Kabiro MSRI DKI Jakarta

MSRI – Perspektif • Akurat • Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama