MSRI, SURABAYA – Komitmen melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terus diperkuat Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Melalui pendekatan edukatif dan pembinaan karakter di lingkungan pendidikan, Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memimpin langsung upacara bendera di SMA Negeri 10 Surabaya, Senin (2/11/2026).
Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Jatim tersebut bukan sekadar menjalankan agenda seremonial, melainkan membawa pesan penting tentang perlindungan generasi muda, penguatan karakter pelajar, serta perlunya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkoba.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) sekaligus implementasi program Polisi Jogo Sekolah. Program ini menjadi wujud kepedulian Polda Jatim terhadap dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, kondusif, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Dalam amanatnya, Kapolda Jatim mengingatkan para pelajar agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya narkoba yang terus berkembang dengan berbagai bentuk dan modus peredaran. Narkotika seperti sabu, ganja, dan ekstasi merupakan ancaman serius yang tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan, merusak karakter, serta memutus harapan generasi muda.
Kapolda juga menyoroti perkembangan modus penyalahgunaan narkotika melalui cairan rokok elektrik atau vape yang perlu mendapatkan perhatian serius. Para pelajar diminta tidak mudah tergiur, terpengaruh, ataupun mencoba sesuatu yang berpotensi menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan zat berbahaya.
Menurutnya, upaya memerangi narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi nyata antara aparat kepolisian, pihak sekolah, guru, orang tua, serta para pelajar sebagai bagian penting dari upaya pencegahan sejak dini.
“Polisi, guru, dan siswa harus bersinergi dan berkolaborasi untuk memberantas narkoba di mana pun dan kapan pun,” tegas Irjen Pol Dekananto dalam amanatnya.
Lebih lanjut, Kapolda Jatim mengajak para pelajar untuk memiliki keteguhan prinsip dalam menentukan lingkungan pergaulan. Generasi muda harus mampu membedakan mana pengaruh positif dan negatif, serta berani menolak segala bentuk ajakan yang dapat merusak masa depan.
Para siswa juga diharapkan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menempuh pendidikan, mengembangkan kemampuan, menggali potensi diri, dan meraih prestasi. Masa muda harus diisi dengan kegiatan produktif, membangun kedisiplinan, memperkuat karakter, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas.
“Jauhi narkoba, fokus belajar, kembangkan potensi diri dan raih prestasi. Masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda,” pesan Kapolda Jatim.
Harapan untuk Pelajar dan Peran Penting Orang Tua
Pesan Kapolda Jatim tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai imbauan dalam upacara, tetapi benar-benar menjadi kesadaran dan komitmen para pelajar dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, disiplin, memiliki integritas, serta berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jangan sampai masa depan yang seharusnya dibangun melalui pendidikan dan prestasi justru hancur akibat salah memilih pergaulan maupun terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Di sisi lain, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan mengarahkan masa depan anak-anaknya. Perhatian keluarga tidak cukup hanya diwujudkan dengan memenuhi kebutuhan materi dan biaya pendidikan, tetapi juga harus disertai pendampingan, komunikasi yang terbuka, pengawasan terhadap lingkungan pergaulan, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Orang tua diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, membangun hubungan keluarga yang harmonis, dan tidak ragu memberikan arahan maupun pengawasan secara bijaksana. Sebab, perlindungan pertama bagi anak berawal dari keluarga, sementara sekolah dan lingkungan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pembentukan karakter mereka.
Masa depan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan amanah bersama antara orang tua, dunia pendidikan, kepolisian, dan masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh pihak harus terus dibangun agar tidak ada ruang bagi narkoba untuk merusak kehidupan dan cita-cita generasi penerus bangsa.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Jogo Sekolah, Polda Jawa Timur terus mendorong penguatan kolaborasi dengan institusi pendidikan. Langkah tersebut diarahkan untuk mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang dapat mengancam keselamatan maupun masa depan pelajar.
MSRI memandang, perlindungan generasi muda tidak cukup hanya melalui imbauan dan kegiatan seremonial. Diperlukan edukasi berkelanjutan, pengawasan yang konsisten, keteladanan, serta tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat. Sekolah harus menjadi benteng pendidikan dan pembentukan karakter, sedangkan keluarga harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk memperoleh perhatian, perlindungan, dan nilai-nilai kehidupan.
Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, bahwa menjaga generasi muda merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas kepolisian ataupun pihak sekolah.
Sebab, menyelamatkan satu generasi dari bahaya narkoba berarti menjaga harapan keluarga, memperkuat masa depan daerah, sekaligus melindungi masa depan bangsa. Generasi muda Jawa Timur harus tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, berintegritas, dan berprestasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Reporter: Excel AW
MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya
dibaca


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments