Selvin Riawan Resmi Daftarkan Diri sebagai Calon Kepala Desa Korleko, Usung Visi “Arah Baru, Berdaya Maju”

Selvin Riawan Resmi Daftarkan Diri sebagai Calon Kepala Desa Korleko, Usung Visi “Arah Baru, Berdaya Maju”

MSRI, LOMBOK TIMUR, NTB - Tokoh muda Desa Korleko, Selvin Riawan, M.Sos., resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam pencalonannya, Selvin mengusung visi “Arah Baru, Berdaya Maju” dengan menawarkan gagasan pembangunan desa yang terarah, penguatan potensi lokal, serta pemberdayaan masyarakat guna mendorong terwujudnya desa yang maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Senin, 26 Oktober 2026.

Pencalonan tersebut menjadi langkah Selvin untuk mengambil bagian dalam pembangunan desa melalui sejumlah gagasan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Fokusnya meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, penataan lingkungan, optimalisasi potensi lokal, serta pembenahan tata kelola pemerintahan desa.

Dalam gagasan pembangunan yang ditawarkan, kemajuan desa tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur semata. Peningkatan kesejahteraan masyarakat, terbukanya peluang kerja, berkembangnya usaha lokal, terjaganya lingkungan, dan pelayanan publik yang responsif juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan desa yang berdaya.

Selvin Riawan Resmi Daftarkan Diri sebagai Calon Kepala Desa Korleko, Usung Visi “Arah Baru, Berdaya Maju”

Tujuh Misi Menuju Korleko yang Maju dan Berdaya

Untuk mendukung visi tersebut, Selvin Riawan mengusung tujuh misi utama yang diarahkan pada pengembangan potensi desa dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

1. Pengembangan Wisata Kebun Kelapa

Mengoptimalkan potensi kebun kelapa sebagai peluang wisata berbasis potensi lokal. Dengan perencanaan yang matang, pengelolaan berkelanjutan, dan keterlibatan masyarakat, pengembangan ini diharapkan membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan perekonomian desa.

2. Pembentukan Balai Latihan Kerja (BLK) Desa

Mendorong pembentukan BLK Desa untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat, khususnya generasi muda dan pencari kerja. Program ini diharapkan memperluas akses pelatihan, meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja, serta mendorong tumbuhnya usaha mandiri.

3. Penataan Lingkungan yang Bersih dan Sehat

Mendorong terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, tertata, dan nyaman melalui peningkatan kesadaran masyarakat, pengelolaan kebersihan, serta pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan.

4. Pembaruan dan Pembenahan Basis Data Desa

Mendorong pembaruan data desa secara berkala sebagai landasan perencanaan pembangunan yang akurat dan tepat sasaran. Basis data yang valid diharapkan membantu penentuan prioritas pembangunan, pemetaan kebutuhan warga, serta peningkatan ketepatan sasaran program dan bantuan sosial.

5. Pengembangan Sumber Daya Lokal

Mengoptimalkan potensi alam, ekonomi, dan sumber daya manusia Desa Korleko melalui pemetaan potensi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan peluang ekonomi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan lokal.

6. Pemberdayaan UMKM Masyarakat

Memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendampingan usaha, peningkatan keterampilan, pengembangan pemasaran, dan perluasan akses terhadap peluang usaha. Upaya ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

7. Kepedulian terhadap Masyarakat Kurang Mampu

Mendorong program sosial dan pemberdayaan yang memperhatikan kebutuhan masyarakat kurang mampu. Pendekatan ini menitikberatkan pada kepedulian sosial, pemerataan kesempatan, dan peningkatan kemandirian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.

Selvin Riawan Resmi Daftarkan Diri sebagai Calon Kepala Desa Korleko, Usung Visi “Arah Baru, Berdaya Maju”

Pembangunan Berorientasi pada Kesejahteraan Masyarakat

Ketujuh misi tersebut menggambarkan arah pembangunan yang ditawarkan Selvin Riawan, yakni pembangunan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penataan lingkungan, dan tata kelola pemerintahan desa.

Pengembangan wisata kebun kelapa, misalnya, berpotensi menjadi salah satu upaya untuk mengangkat potensi lokal Desa Korleko. Namun, pelaksanaannya memerlukan kajian kelayakan, kesiapan sarana pendukung, perencanaan yang terukur, serta keterlibatan masyarakat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, gagasan pembentukan BLK Desa dan pemberdayaan UMKM diarahkan untuk memperkuat keterampilan masyarakat sekaligus memperluas kesempatan ekonomi. Adapun pembaruan basis data desa diharapkan menjadi landasan penyusunan program yang lebih tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Perhatian terhadap masyarakat kurang mampu juga menjadi bagian dari gagasan pembangunan inklusif, sehingga kemajuan desa tidak hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari terbukanya kesempatan bagi seluruh warga untuk meningkatkan taraf hidup.

Implementasi setiap misi nantinya membutuhkan perencanaan yang realistis, penentuan skala prioritas, dukungan sumber daya, serta evaluasi berkala agar program yang direncanakan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Arah Baru, Berdaya Maju” sebagai Gagasan Perubahan

Visi “Arah Baru, Berdaya Maju” menjadi gagasan utama yang dibawa Selvin Riawan dalam pencalonannya sebagai Kepala Desa Korleko. Melalui visi tersebut, ia menawarkan arah pembangunan yang menempatkan penguatan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan warga sebagai prioritas.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari proses demokrasi desa yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk menilai visi, misi, kapasitas, dan komitmen setiap calon dalam menentukan masa depan Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Pada akhirnya, visi dan misi tidak hanya dinilai dari gagasan yang disampaikan, tetapi juga dari kesiapan untuk menerjemahkannya menjadi program yang terukur, dilaksanakan secara bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat apabila memperoleh mandat untuk memimpin desa.

Pandangan MSRI: Visi Harus Dibuktikan melalui Kerja Nyata

Dalam pandangan Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), visi “Arah Baru, Berdaya Maju” yang diusung Selvin Riawan merupakan gagasan pembangunan desa yang patut dicermati, khususnya dalam upaya mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperluas kepedulian sosial.

Namun, visi dan misi yang baik perlu diikuti perencanaan yang realistis, skala prioritas yang jelas, serta kesiapan dalam pelaksanaannya. Pengembangan wisata kebun kelapa, pembentukan BLK Desa, pemberdayaan UMKM, dan pembenahan basis data desa membutuhkan kajian, dukungan sumber daya, tata kelola yang transparan, serta keterlibatan aktif masyarakat.

MSRI berpandangan bahwa kualitas kepemimpinan desa tidak cukup diukur dari kemampuan menyampaikan janji atau menawarkan perubahan. Ukuran yang lebih mendasar terletak pada integritas, keberanian mengambil keputusan demi kepentingan umum, keterbukaan terhadap kritik, serta kesediaan mempertanggungjawabkan setiap kebijakan kepada masyarakat.

Dalam proses demokrasi desa, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai visi, misi, dan program setiap calon. Karena itu, penilaian terhadap calon kepala desa hendaknya dilakukan secara rasional dengan mempertimbangkan kapasitas, rekam jejak, integritas, dan kelayakan program yang ditawarkan.

Bagi MSRI, siapa pun yang nantinya memperoleh mandat masyarakat harus menempatkan kepentingan warga di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Pemerintahan desa harus menjadi ruang pelayanan, pengabdian, dan pemberdayaan, bukan sekadar jabatan atau kekuasaan.

Pada akhirnya, arah baru hanya akan bermakna apabila diwujudkan melalui kerja nyata, dan kemajuan baru dapat dirasakan apabila hasil pembangunan benar-benar kembali kepada masyarakat. Itulah esensi kepemimpinan desa yang berintegritas, partisipatif, transparan, dan bertanggung jawab.

MSRI - Perspektif • Akurat • Terpercaya

Reporter: Makbul
Liputan: MSRI Bali–NTB

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama