MSRI, SURABAYA - Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026, Kepala SMAK Frateran Surabaya, Fr. William Satel Sura BHK, S.Pd., M.M., mengajak generasi muda Indonesia untuk memperkuat persatuan, membangun karakter, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman.
Melalui momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, Fr. William menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, semangat kebangsaan, dan daya saing untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Pemuda Bergerak, Indonesia Maju” yang mengajak kaum muda untuk tidak sekadar memiliki cita-cita, tetapi juga mewujudkannya melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan sebagai Fondasi Generasi Unggul
Menurut semangat pendidikan yang dikembangkan SMAK Frateran Surabaya, pembentukan generasi penerus bangsa tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pendidikan juga perlu menanamkan nilai moral, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, serta kemampuan menghargai perbedaan.
Generasi muda diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berpikir kritis, serta melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan perubahan global yang berlangsung cepat, para pelajar juga dituntut semakin bijak dalam memanfaatkan media digital. Kemajuan teknologi hendaknya digunakan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, menghasilkan karya positif, dan membangun prestasi, bukan justru menjadi sarana penyebaran kebencian maupun perpecahan.
Sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong peserta didik untuk bertumbuh secara intelektual sekaligus matang dalam karakter. Dengan demikian, generasi muda dapat menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, serta siap menghadapi persaingan secara sehat.
Sumpah Pemuda, Tonggak Persatuan Bangsa
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali perjuangan para pemuda yang pada 28 Oktober 1928 menyatakan tekad untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, Indonesia.
Ikrar bersejarah tersebut menunjukkan bahwa perbedaan suku, daerah, budaya, maupun latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun cita-cita bersama.
Semangat persatuan itu tetap relevan hingga saat ini. Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga kerukunan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta menolak sikap yang dapat merusak persaudaraan dan keutuhan bangsa.
Nilai-nilai perjuangan para pendahulu perlu diteruskan melalui cara-cara yang sesuai dengan perkembangan zaman, antara lain dengan belajar secara sungguh-sungguh, mengembangkan kreativitas, meraih prestasi, membangun kepedulian sosial, dan mengambil bagian dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Tiga Ikrar yang Menyatukan Indonesia
Sumpah Pemuda memiliki tiga ikrar utama yang menjadi landasan historis semangat persatuan bangsa Indonesia, yaitu:
Pertama: “Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.”
Kedua: “Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.”
Ketiga: “Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”
Ketiga ikrar tersebut mengandung pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga tanah air, memperkuat identitas kebangsaan, dan menjunjung bahasa Indonesia sebagai sarana pemersatu masyarakat dari berbagai latar belakang.
Bagi generasi muda, nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam sikap nyata, seperti menghormati perbedaan, mengutamakan dialog, menjaga persaudaraan, serta mengembangkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk bergerak menuju tujuan bersama.
Pemuda Bergerak, Indonesia Maju
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, keluarga besar SMAK Frateran Surabaya diharapkan terus menumbuhkan semangat kebangsaan dan mendorong lahirnya generasi yang berkarakter, berilmu, serta berdaya saing.
Para pelajar diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan terhadap persoalan sosial, dan keberanian untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Semangat “Pemuda Bergerak, Indonesia Maju” hendaknya diwujudkan mulai dari hal-hal sederhana: belajar dengan tekun, menghormati guru dan orang tua, menjaga persatuan, menghargai sesama, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.
Dengan meneruskan nilai perjuangan para pemuda 1928, generasi muda Indonesia diharapkan mampu menjadi bagian penting dari perubahan positif, menjaga keutuhan bangsa, dan mempersiapkan masa depan Indonesia yang lebih maju, adil, serta sejahtera.
Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
“Berkarakter, Berilmu, Berdaya Saing untuk Indonesia.”
“Pemuda Bergerak, Indonesia Maju.”
Reporter: Excel AW
MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya
dibaca


Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments