MSRI, TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur, mulai menggelar Operasi Patuh Semeru 2026 pada Senin (26/10/2026). Operasi yang berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026 ini difokuskan pada peningkatan disiplin berlalu lintas, penekanan angka kecelakaan, serta pembentukan budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Berdasarkan evaluasi Satlantas Polres Tulungagung periode Januari–Oktober 2026, kelompok usia 16–21 tahun menjadi perhatian karena disebut mendominasi keterlibatan dalam kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K., melalui Kasatlantas AKP Ivan Danara Oktavian, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pelaksanaan operasi mengedepankan penegakan hukum yang tegas, profesional, dan humanis.
Tiga Pelanggaran Jadi Prioritas Penindakan
Dalam Operasi Patuh Semeru 2026, terdapat tiga jenis pelanggaran yang menjadi perhatian utama petugas dan diprioritaskan untuk penindakan melalui tilang manual sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketiga pelanggaran tersebut meliputi:
- Melawan arus lalu lintas, yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
- Menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, termasuk knalpot bising yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
- Memalsukan, menutupi, atau melepas Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) untuk menghindari identifikasi kendaraan, termasuk melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Berdasarkan pantauan wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) di Jalan A. Yani dan Simpang Tiga Kedungwaru, personel Satlantas Polres Tulungagung terlihat bersiaga sejak pukul 08.00 WIB untuk mendukung pelaksanaan operasi.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI di Mapolres Tulungagung, AKP Ivan Danara Oktavian menegaskan bahwa penindakan terhadap pelanggaran prioritas bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dan menekan risiko kecelakaan.
“Kami tidak berkompromi terhadap tiga pelanggaran yang menjadi atensi utama dalam operasi ini. Penindakan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku untuk memberikan efek jera, menekan angka kecelakaan, dan membangun budaya tertib berlalu lintas, khususnya di kalangan pelajar dan usia produktif,” tegasnya.
Ia menambahkan, petugas akan menyasar sejumlah titik rawan kecelakaan serta lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya pelajar, termasuk pada jam pulang sekolah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus meningkatkan kepatuhan pengguna jalan.
Tujuh Pelanggaran Lain Turut Disasar
Selain tiga pelanggaran prioritas, Operasi Patuh Semeru 2026 juga menyasar tujuh pelanggaran lainnya, yakni berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor, berkendara di bawah umur, tidak menggunakan helm berstandar SNI, tidak mengenakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat berkendara, mengemudi dalam pengaruh alkohol, serta melampaui batas kecepatan.
Penindakan dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan, termasuk pemanfaatan ETLE dan patroli bergerak.
Kapolres Imbau Masyarakat Utamakan Keselamatan
Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 dengan mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi dokumen berkendara, menggunakan helm SNI, serta memastikan kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak menggunakan ponsel saat berkendara, tidak memaksakan diri ketika lelah, serta senantiasa mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Melalui operasi ini, Polres Tulungagung berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta komunitas juga menjadi bagian penting untuk menanamkan pemahaman bahwa keselamatan di jalan bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan kebutuhan bersama.
Operasi Patuh Semeru 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Kabupaten Tulungagung.
MSRI - Perspektif • Akurat • Terpercaya
dibaca





Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments