Kapolri Instruksikan Seluruh Kapolda Petakan Kampung Narkoba dan Identifikasi Bandar

Kapolri Instruksikan Seluruh Kapolda Petakan Kampung Narkoba dan Identifikasi Bandar

MSRI, JAKARTA - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menginstruksikan seluruh kepala kepolisian daerah (Kapolda) untuk memetakan wilayah yang terindikasi menjadi pusat peredaran narkotika sekaligus mengidentifikasi bandar yang masih beroperasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat pemberantasan narkoba di berbagai daerah di Indonesia.

Instruksi itu menegaskan bahwa penanganan peredaran narkotika tidak cukup dilakukan melalui penindakan sesaat, tetapi membutuhkan pemetaan wilayah, identifikasi jaringan, serta langkah penegakan hukum yang terarah dan berkelanjutan.

“Saya telah menginstruksikan untuk seluruh Kapolda untuk melakukan mapping terhadap kampung-kampung terutama ya, kampung-kampung narkoba yang ada di wilayahnya,” kata Suyudi seusai menghadiri agenda di kantor Kementerian Hukum, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).

Selain memetakan kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba, Kapolri meminta jajaran kepolisian daerah mengidentifikasi bandar yang diduga masih menjalankan aktivitas peredaran narkotika di wilayah masing-masing.

“Begitu juga bandar-bandar narkoba yang selama ini melakukan peredaran narkoba di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Menurut Suyudi, penindakan terhadap kawasan yang terindikasi menjadi lokasi peredaran narkoba telah mulai dilakukan oleh sejumlah jajaran kepolisian. Di Jakarta, kawasan yang disebut dalam upaya penindakan tersebut antara lain Kampung Ambon dan Kampung Bahari.

“Jadi sudah mulai para Kapolda melakukan penindakan di kampung-kampung yang ada di wilayahnya masing-masing. Termasuk Kampung Ambon, Kampung Bahari,” ucapnya.

Pemberantasan Narkoba Diperluas ke Sejumlah Daerah

Sebelumnya, Kapolri juga menegaskan komitmen Polri untuk menggencarkan pemberantasan peredaran narkoba di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi penindakan menyasar berbagai daerah, antara lain Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, serta sejumlah wilayah di Sulawesi dan Kalimantan.

Dalam keterangan tertulis pada Selasa (13/10/2026), Suyudi menekankan perlunya langkah yang lebih masif untuk menghadapi peredaran narkotika yang dinilainya semakin meluas.

“Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” kata Suyudi dalam keterangan berjudul Polri Gencarkan Pemberantasan Narkoba, Kapolri Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah dari Bandar Narkoba.

Operasi pemberantasan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta pemerintah. Sejumlah wilayah yang disebut menjadi lokasi kegiatan antara lain Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Tengah.

Dalam rangkaian operasi tersebut, sebanyak 232 orang dilaporkan ditangkap terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Penindakan Harus Menyentuh Jaringan Peredaran

Pemetaan kawasan rawan dan identifikasi bandar merupakan langkah penting dalam mengungkap pola peredaran narkotika. Namun, efektivitas pemberantasan juga bergantung pada kemampuan aparat menelusuri jaringan pemasok, jalur distribusi, serta pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari bisnis terlarang tersebut.

Dalam perspektif kepentingan publik, upaya pemberantasan narkoba perlu dijalankan secara konsisten, terukur, dan sesuai ketentuan hukum. Penindakan tidak hanya ditujukan kepada pelaku di lapangan, tetapi juga harus didukung penyelidikan yang mampu mengungkap jaringan peredaran secara menyeluruh.

Masyarakat pun membutuhkan hasil nyata dari komitmen tersebut, terutama dalam melindungi generasi muda, memutus akses narkotika, dan menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

MSRI menegaskan, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak semata-mata diukur dari jumlah penggerebekan atau penangkapan. Konsistensi penegakan hukum, pengungkapan jaringan, serta berkurangnya peredaran narkotika di tengah masyarakat menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam menilai hasil upaya tersebut.

Reporter: Aditya WP

Kabiro MSRI DKI Jakarta

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama