Hari Kesaktian Pancasila 2026, MSRI: Pancasila Teguh, Persatuan Kokoh, Indonesia Bermartabat

Hari Kesaktian Pancasila 2026, MSRI: Pancasila Teguh, Persatuan Kokoh, Indonesia Bermartabat

MSRI, SURABAYA - Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum 1 Oktober menjadi pengingat bahwa Pancasila merupakan dasar negara dan landasan kehidupan kebangsaan yang harus dijaga, dihormati, serta diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Di tengah derasnya perubahan zaman, perkembangan teknologi informasi, dan meningkatnya dinamika kehidupan masyarakat, komitmen terhadap Pancasila harus semakin nyata. Persatuan bangsa tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan sesaat, perbedaan pilihan, maupun kepentingan kelompok.

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono (Bram), menegaskan:

“Pancasila adalah fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, menjaga Pancasila berarti menjaga persatuan, menjaga kebhinekaan, dan menjaga masa depan bangsa. Tidak boleh ada kepentingan pribadi maupun kelompok yang menggerus kepentingan rakyat dan keutuhan Indonesia.”

Menurut Slamet Pramono, peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali karakter kebangsaan, terutama di tengah ruang publik yang semakin terbuka dan derasnya arus informasi.

“Bangsa ini tidak boleh kehilangan arah hanya karena perbedaan. Demokrasi membutuhkan perbedaan pendapat, tetapi demokrasi juga membutuhkan kedewasaan, etika, dan tanggung jawab. Kritik harus tetap berpijak pada fakta, perbedaan harus diselesaikan dengan dialog, dan kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan golongan.”

Sebagai insan pers, Bram menegaskan bahwa MSRI akan terus menjaga independensi dan integritas jurnalistik.

“Pers tidak boleh menjadi alat kepentingan siapa pun. Pers harus tetap memiliki keberanian untuk menyampaikan fakta, keteguhan untuk melakukan kontrol sosial, dan tanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Kebebasan pers harus berjalan bersama etika, profesionalitas, dan tanggung jawab publik.”

Ia menambahkan, tantangan terbesar di era digital bukan hanya derasnya informasi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu membedakan fakta, opini, dan informasi yang menyesatkan.

“MSRI memilih untuk berdiri di atas prinsip: informasi harus akurat, pemberitaan harus berimbang, kritik harus konstruktif, dan kepentingan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Kami tidak akan berhenti pada sekadar memberitakan peristiwa, tetapi berupaya menghadirkan jurnalistik yang mencerdaskan dan memberikan manfaat bagi publik.”

Bram mengajak seluruh jajaran MSRI dan masyarakat Indonesia untuk menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat persaudaraan kebangsaan.

“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan kehilangan persatuan. Indonesia terlalu besar untuk dipertaruhkan oleh kepentingan sesaat. Pancasila harus tetap menjadi titik temu seluruh anak bangsa.”

Hari Kesaktian Pancasila adalah momentum untuk meneguhkan kembali komitmen: menjaga Pancasila, merawat persatuan, menghormati kebhinekaan, dan mengawal kepentingan rakyat melalui kerja nyata.

Pancasila bukan sekadar untuk diucapkan. Pancasila harus dijaga, dihormati, dan diwujudkan.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2026

Teguhkan Pancasila. Kokohkan Persatuan. Jaga Marwah Indonesia.

Seluruh Jajaran Redaksi
Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI)

Perspektif • Akurat • Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama