Jejak Kebaikan Almarhumah Djenap Terus Dikenang, Warga, Sahabat dan Teman Anak-Anak Bersatu dalam Majelis Doa

Jejak Kebaikan Almarhumah Djenap Terus Dikenang, Warga, Sahabat dan Teman Anak-Anak Bersatu dalam Majelis Doa

MSRI, SURABAYA - Tiga hari telah berlalu sejak almarhumah Djenap berpulang ke Rahmatullah. Namun, suasana duka masih terasa di tengah keluarga. Di balik kesedihan itu, hadir kehangatan persaudaraan yang menyatukan warga, kerabat, sahabat dan orang-orang terdekat almarhumah.

Jumat malam (4/9/2026), selepas salat Isya, rumah duka di Jalan Tambak Wedi Baru Gang 11 Nomor 53, RT 009/RW 003, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, kembali dipenuhi warga dan para pelayat.

Tidak hanya tetangga dan kerabat, sejumlah sahabat almarhumah serta teman-teman dari anak-anak almarhumah turut hadir. Mereka datang bukan sekadar untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga ikut duduk bersama dalam majelis Yaasiin, tahlil dan doa untuk almarhumah.

Malam itu, lantunan ayat suci Al-Qur’an, dzikir dan doa mengisi rumah duka. Suasana berlangsung khidmat dan penuh penghayatan.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Kehadiran para sahabat menjadi gambaran bahwa seseorang tidak hanya dikenang melalui hubungan keluarga, tetapi juga melalui jejak kebaikan yang pernah ditinggalkan dalam kehidupan sosial.

Sahabat Almarhumah: Kami Datang untuk Mendoakan

Salah seorang sahabat almarhumah mengungkapkan bahwa kehadiran mereka pada malam tersebut merupakan bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

“Kami datang untuk mendoakan almarhumah. Kehilangan tentu tidak mudah, apalagi bagi keluarga. Tetapi kami percaya, doa adalah salah satu bentuk kasih yang masih bisa kami berikan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah dan mengampuni segala kekhilafannya,” tuturnya.

Menurutnya, kepergian seseorang hendaknya tidak hanya meninggalkan kesedihan, tetapi juga menjadi pengingat bagi yang masih hidup untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan.

“Kita semua akan sampai pada waktunya. Hari ini kita mendoakan, suatu saat mungkin kita yang akan didoakan. Karena itu, selagi masih diberi umur dan kesempatan, mari memperbanyak kebaikan serta menjaga hubungan dengan sesama,” lanjutnya.

Teman Anak-Anak Turut Hadir, Doakan Almarhumah

Suasana semakin mengharukan ketika sejumlah teman dari anak-anak almarhumah turut hadir di rumah duka.

Mereka datang sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kepada keluarga yang sedang kehilangan. Kehadiran tersebut juga menjadi penguat bagi anak-anak almarhumah agar tidak merasa menghadapi masa duka seorang diri.

Salah seorang teman anak almarhumah menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan kepada keluarga sekaligus penghormatan kepada almarhumah.

“Kami datang untuk menemani dan memberikan dukungan kepada teman kami dan keluarganya. Kami juga ikut mendoakan almarhumah. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa momen tersebut mengajarkan arti pentingnya persahabatan dan kepedulian.

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah hadir. Tidak harus dengan banyak kata. Kadang duduk bersama, ikut membaca Yaasiin, tahlil dan berdoa saja sudah menjadi bentuk dukungan yang berarti,” katanya.

Warga: Duka Menyatukan Persaudaraan

Salah seorang tetangga menilai kebersamaan warga, keluarga dan para sahabat dalam majelis doa menjadi cermin kuatnya nilai persaudaraan di lingkungan Tambak Wedi Baru Gang 11.

“Kami tidak hanya kehilangan seorang warga, tetapi juga merasakan kehilangan sebagai bagian dari keluarga besar lingkungan ini. Alhamdulillah, warga dan para sahabat almarhumah bersama-sama hadir. Semoga kebersamaan ini menjadi amal kebaikan untuk kita semua,” ungkapnya.

Menurutnya, majelis doa tersebut juga menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa kehidupan manusia memiliki batas.

“Kematian adalah nasihat bagi yang masih hidup. Kita tidak tahu kapan dipanggil Allah. Maka mari gunakan waktu yang ada untuk berbuat baik, menjaga silaturahmi dan saling membantu,” tambahnya.

Keluarga Mohon Keikhlasan dan Doa

Di tengah suasana duka, keluarga almarhumah Djenap menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga, tetangga, kerabat, sahabat serta teman-teman anak-anak yang telah hadir dan turut mendoakan.

Keluarga juga memohon keikhlasan kepada seluruh pihak untuk memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhumah selama hidup, baik dalam perkataan, sikap maupun perbuatan.

Bagi keluarga, setiap kehadiran, doa dan perhatian yang diberikan merupakan kekuatan besar untuk menghadapi masa kehilangan.

Dari Rumah Duka, Sebuah Renungan Kehidupan

Majelis Yaasiin, tahlil dan doa pada malam ketiga tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk mengenang almarhumah Djenap.

Di rumah sederhana itu, keluarga, warga dan para sahabat seolah kembali diingatkan pada satu kepastian: setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.

Harta akan ditinggalkan. Kedudukan akan ditinggalkan. Kehidupan dunia akan ditinggalkan.

Yang tersisa adalah amal, doa dan rahmat Allah SWT.

Karena itu, kepergian almarhumah menjadi renungan bersama agar mereka yang masih hidup senantiasa memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, menjaga silaturahmi dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berbuat baik.

Rangkaian doa bersama akan terus dilaksanakan hingga hari ketujuh sebagai bentuk ikhtiar keluarga dan masyarakat untuk senantiasa mendoakan almarhumah.

Semoga Allah SWT mengampuni seluruh dosa dan kekhilafan almarhumah Djenap, menerima amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, menerangi tempat peristirahatannya dengan cahaya rahmat-Nya serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga keluarga, anak-anak, kerabat dan seluruh sahabat yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, keikhlasan dan kekuatan dalam menerima ketetapan Allah SWT.

Al-Fatihah untuk almarhumah Djenap.

Allahummaghfirlaha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha.

MSRI — Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama