Mengenal Roetan Setiawan, S.T., M.Si. alias Cak Goerih Dewan Penasihat MSRI

Mengenal Roetan Setiawan, S.T., M.Si. alias Cak Goerih Dewan Penasihat MSRI

MSRI, SURABAYA - Roetan Setiawan, S.T., M.Si., yang akrab disapa Cak Goerih, merupakan salah satu figur yang dipercaya mengemban amanah sebagai Dewan Penasihat Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI).

Kepercayaan tersebut bukan sekadar penempatan dalam sebuah struktur kelembagaan. Bagi MSRI, posisi Dewan Penasihat merupakan amanah yang memiliki nilai strategis dalam memberikan pandangan, pertimbangan, serta nasihat konstruktif bagi perjalanan organisasi.

Kehadiran Cak Goerih menjadi bagian dari ikhtiar MSRI untuk terus memperkuat fondasi kelembagaan, membangun budaya organisasi yang sehat, serta menjaga agar setiap langkah jurnalistik senantiasa berpijak pada integritas, profesionalitas, tanggung jawab, dan kepentingan masyarakat.

Menjadi Penjaga Nilai dan Marwah Kelembagaan 

Dalam sebuah organisasi media, keberadaan Dewan Penasihat memiliki arti penting. Selain memberikan perspektif dari sisi kelembagaan, seorang penasihat diharapkan mampu menjadi bagian dari penjaga nilai, kehormatan, dan arah perjuangan organisasi.

Dalam kapasitas tersebut, Cak Goerih turut menempatkan integritas, kebersamaan, profesionalitas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kepentingan publik sebagai nilai yang perlu terus dirawat dalam perjalanan MSRI.

Prinsip tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan ekosistem informasi yang bergerak begitu cepat.

Kecepatan tidak boleh mengalahkan ketelitian.

Popularitas tidak boleh menggeser akurasi.

Kepentingan sesaat tidak boleh mengorbankan independensi.

Dan keberanian menyampaikan fakta harus tetap berjalan bersama etika jurnalistik.

Di titik inilah marwah pers mendapatkan maknanya.

Do'a Sebagai Landasan Perjuangan

Dalam momentum Anniversary Ke-2 MSRI pada Juli 2026, Cak Goerih menyampaikan pesan kepada keluarga besar MSRI agar setiap langkah perjuangan senantiasa diawali dan diakhiri dengan doa.

Pesan tersebut merefleksikan sebuah pandangan bahwa perjalanan organisasi tidak hanya membutuhkan kerja keras, kecakapan, dan profesionalitas, tetapi juga memerlukan kesadaran moral serta spiritual.

Doa menjadi pengingat bahwa setiap amanah memiliki tanggung jawab yang tidak berhenti pada pencapaian organisasi, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Cak Goerih berharap perjalanan MSRI senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, serta keberkahan sehingga seluruh insan di dalamnya mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Menjaga Marwah Jurnalistik

Salah satu nilai yang menjadi perhatian penting dalam perjalanan MSRI adalah marwah jurnalistik.

Pers tidak cukup hanya hadir sebagai penyampai informasi. Pers memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar fakta, melalui proses jurnalistik yang bertanggung jawab, serta tidak mengabaikan prinsip keberimbangan.

Karena itu, marwah jurnalistik harus diwujudkan melalui:

Akurasi dalam memastikan kebenaran informasi.

Keberimbangan dalam memberikan ruang secara proporsional kepada pihak-pihak yang berkaitan.

Profesionalitas dalam menjalankan kerja jurnalistik.

Independensi dalam menjaga kebebasan pers.

Integritas dalam menghormati fakta dan etika.

Bagi MSRI, seluruh prinsip tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan nilai yang harus hadir dalam setiap karya jurnalistik.

Pers adalah Amanah Publik

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh, mengolah, dan menyebarkan informasi.

Dalam situasi tersebut, tantangan pers semakin besar. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, sementara proses verifikasi membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab.

Karena itu, media dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga tepat, akurat, berimbang, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi MSRI, pers merupakan bagian dari amanah publik.

Masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar.

Masyarakat berhak mengetahui fakta secara proporsional.

Masyarakat berhak mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi.

Atas dasar itulah MSRI berkomitmen menjadikan kerja jurnalistik sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Integritas menjadi fondasi.

Akurasi menjadi standar.

Keberimbangan menjadi prinsip.

Profesionalitas menjadi ukuran.

Kepentingan publik menjadi orientasi pengabdian.

Amanah di Balik Sebuah Jabatan

Bagi MSRI, jabatan bukan sekadar kedudukan.

Jabatan adalah amanah

Amanah menuntut tanggung jawab. Amanah membutuhkan keteladanan. Dan amanah harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada organisasi, tetapi juga kepada masyarakat.

Sebagai Dewan Penasihat, Cak Goerih menjadi bagian dari keluarga besar MSRI yang diharapkan turut memberikan penguatan moral, kelembagaan, serta perspektif bagi perkembangan organisasi.

Nasihat dan pandangan yang diberikan diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh jajaran MSRI untuk terus belajar, berbenah, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kualitas kerja jurnalistik.

Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan MSRI untuk tumbuh sebagai media yang memiliki karakter, menjaga marwah pers, serta hadir di tengah masyarakat sebagai ruang informasi, aspirasi, dan kontrol sosial.

Prinsip Pengabdian MSRI

Integritas: Menjaga kejujuran, kehormatan, dan konsistensi dalam menjalankan setiap amanah.

Profesionalitas: Menempatkan kompetensi, kualitas, dan tanggung jawab sebagai standar dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Akurasi: Menghormati fakta serta memastikan setiap informasi melalui proses pengolahan yang cermat dan bertanggung jawab.

Keberimbangan: Memberikan ruang yang proporsional kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan suatu persoalan sesuai prinsip jurnalistik.

Kebersamaan: Menjadikan solidaritas, komunikasi, koordinasi, dan kekeluargaan sebagai kekuatan dalam membangun organisasi.

Pengabdian: Menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian dari orientasi utama perjuangan jurnalistik.

Sosok di Balik Amanah

Cak Goerih, merupakan bagian dari jajaran Dewan Penasihat yang turut mewarnai perjalanan Media Suara Rakyat Indonesia.

Kehadirannya menjadi bagian dari ikhtiar MSRI dalam memperkuat kelembagaan sekaligus membangun karakter organisasi yang berlandaskan nilai, integritas, dan tanggung jawab.

Bagi MSRI, membangun sebuah media bukan hanya persoalan seberapa cepat sebuah berita diterbitkan.

Lebih dari itu, yang jauh lebih penting adalah seberapa besar tanggung jawab yang menyertai setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Sebab di balik sebuah berita terdapat fakta.

Di balik fakta terdapat kepentingan publik.

Dan di balik kepentingan publik terdapat amanah jurnalistik yang harus dijaga.

Pesan Cak Goerih

“Segala sesuatu harus diawali dengan doa dan diakhiri dengan doa. Dengan memohon ridha Tuhan Yang Maha Esa, Insyaallah perjalanan MSRI ke depan senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, dan keberkahan.”

Komitmen Media Suara Rakyat Indonesia

Dalam menjalankan fungsi jurnalistik dan pengabdian kepada masyarakat, MSRI berkomitmen untuk terus menjaga:

Akurat - menyampaikan fakta secara cermat dan bertanggung jawab.

Berimbang - menyajikan informasi secara proporsional.

Profesional - menjunjung kompetensi dan etika jurnalistik.

Independen - menjaga kebebasan pers dan tidak tunduk pada kepentingan yang bertentangan dengan prinsip jurnalistik.

Berintegritas - menjadikan kejujuran dan tanggung jawab sebagai fondasi setiap karya.

Berorientasi Publik - menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari fungsi sosial pers.

Menjaga Nilai.

Menguatkan Kebersamaan.

Mengawal Marwah.

Mengabdi untuk Rakyat.

MSRI - Perspektif • Akurat • Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama