![]() |
| Dok, foto MSRI: Polres Pelabuhan Tanjungperak Bergerak Cepat Amankan Terduga Pelaku Pemerasan Sopir Truk yang Viral di Media Sosial. Keterangan pers, Selasa (2/6/2026). |
MSRI, SURABAYA – Respons cepat ditunjukkan jajaran Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jawa Timur dalam menangani kasus dugaan pemerasan dan pengancaman terhadap seorang sopir truk di kawasan Jalan Perak Barat, Surabaya, yang sempat viral di media sosial.
Terduga pelaku berinisial S, warga Kecamatan Semampir, Surabaya, berhasil diamankan petugas pada Minggu (31/5/2026) setelah video aksinya tersebar luas dan menuai perhatian masyarakat.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak, AKP M. Prasetyo, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terkait video dugaan pemerasan yang beredar di berbagai platform media sosial.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Patroli Siber bersama Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim segera melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), AKP M. Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjungperak.
"Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk mengungkap fakta secara komprehensif. Perkembangan hasil penyidikan akan kami sampaikan lebih lanjut," ujar AKP M. Prasetyo.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) di Jalan Perak Barat, Surabaya. Korban berinisial AI, seorang sopir truk asal Lombok, saat itu tengah menunggu antrean untuk memasuki kapal di kawasan pelabuhan.
Saat menunggu, korban didatangi oleh terduga pelaku yang meminta sejumlah uang dengan alasan untuk membeli minuman keras. Namun permintaan tersebut ditolak oleh korban. Penolakan itu diduga memicu emosi pelaku hingga kemudian melakukan tindakan intimidasi dan pengancaman terhadap korban.
Aksi tersebut sempat direkam dan kemudian beredar luas di media sosial, sehingga memantik respons cepat dari aparat kepolisian.
Melalui serangkaian penyelidikan dan pengumpulan informasi, petugas akhirnya berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. Tim Satreskrim kemudian bergerak menuju kediaman pelaku dan melakukan penangkapan pada Minggu siang.
Menariknya, saat diamankan di rumahnya, pelaku masih mengenakan kemeja yang sama seperti yang terlihat dalam rekaman video viral tersebut, sehingga semakin menguatkan identifikasi yang dilakukan petugas.
"Begitu memperoleh informasi dan bukti pendukung yang cukup, kami langsung bergerak cepat melakukan penindakan. Terduga pelaku berhasil diamankan dan saat ini proses hukum masih terus berjalan," tambah AKP M. Prasetyo kepada wartawan MSRI.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri motif pelaku serta kemungkinan adanya tindakan serupa yang pernah dilakukan sebelumnya. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan atau menjadi korban aksi premanisme maupun tindak pidana lainnya.
(Eka F. A)
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments