Peluru Nyasar, Pasmar 2 Surabaya Jamin Perawatan Optimal bagi Korban

Peluru Nyasar, Pasmar 2 Surabaya Jamin Perawatan Optimal bagi Korban
Dok, foto: Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, saat memberikan keterangan pers kepada awak media. Minggu (12/3/402026).

MSRI, SURABAYA – Insiden peluru nyasar yang melukai dua pelajar SMP Negeri 33 Gresik, Jawa Timur, kini menjadi perhatian serius publik. Komando Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) Surabaya menegaskan bahwa penanganan terhadap korban telah dilakukan secara optimal, disertai langkah investigasi menyeluruh dan evaluasi prosedur latihan menembak yang berlangsung di sekitar kawasan pendidikan. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan pers kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Minggu (12/4/2026).

Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, menegaskan bahwa proses investigasi masih berjalan dengan pendekatan teknis yang mendalam, termasuk uji balistik dan pengumpulan data lapangan secara komprehensif.

“Amunisi tengah diperiksa dan akan dilakukan uji tembak bersama Dinas Senjata untuk memastikan karakteristik, termasuk jangkauan peluru. Berdasarkan spesifikasi, jarak efektif peluru sekitar 400 meter,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI.

Ia menambahkan, dalam kondisi ideal atau ruang hampa, peluru yang ditembakkan secara lurus dapat mencapai jarak hingga 1.600 meter sebelum akhirnya melemah dan jatuh. Namun demikian, berbagai faktor lingkungan tetap menjadi variabel penting dalam proses analisis.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa lokasi latihan tembak memiliki standar internasional dan berada pada jarak sekitar 2,3 kilometer dari lingkungan sekolah. Area tersebut juga dilengkapi dengan tanggul pengaman setinggi 8 meter serta bentang alam berupa bukit di bagian belakang. Kondisi ini menjadi salah satu fokus utama dalam investigasi untuk memastikan kemungkinan lintasan peluru yang keluar dari area aman.

Meski demikian, publik mempertanyakan keberlanjutan aktivitas latihan menembak yang tetap berlangsung pasca-insiden, termasuk pelaksanaan agenda event menembak di lokasi yang sama.

Dalam rangka memperkuat objektivitas hasil investigasi, Pasmar 2 turut menggandeng PT Pindad (Persero) serta sejumlah ahli independen. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan analisis ilmiah dan transparan terkait kemungkinan peluru keluar dari lintasan aman hingga mencapai kawasan sekolah.

Di sisi lain, proses hukum juga terus berjalan melalui Pom Kodaeral V sebagai institusi yang berwenang dalam penegakan disiplin dan hukum militer. Hasil dari proses ini nantinya akan menjadi penentu arah penanganan kasus secara menyeluruh.

Sementara itu, perhatian terhadap korban tetap menjadi prioritas. Salah satu korban telah mendapatkan perawatan medis serta santunan, sementara komunikasi dan penanganan terhadap korban lainnya masih terus diupayakan.

“Bantuan perawatan dan pengobatan yang diberikan merupakan bentuk empati kami kepada masyarakat. Namun, kami tegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan belum dapat disimpulkan,” imbuhnya dalam keterangan kepada wartawan MSRI.

Diketahui, insiden yang terjadi pada Rabu (17/12/2025) tersebut menimpa dua siswa, DF (14) dan RO (15), saat kegiatan belajar berlangsung. Keduanya sempat menjalani perawatan intensif di RS Siti Khodijah Sepanjang.

Peristiwa ini menjadi alarm penting bagi pengelolaan latihan militer, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan permukiman dan fasilitas pendidikan. Publik pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh serta transparansi hasil investigasi guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aspek keselamatan dalam setiap kegiatan latihan.

{Yunus86/Redaksi}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

أحدث أقدم