![]() |
| Dok, foto: Kepala DPUBM Malang Khairul Isnaidi Tegaskan Infrastruktur 2026 Kunci Daya Saing Daerah. Keterangan pers, Selasa (7/4/2026). |
MSRI, MALANG – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pada awal tahun 2026. Berbagai program strategis digulirkan, mulai dari perbaikan jalan dan jembatan hingga persiapan proyek tol Malang–Kepanjen, guna memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung pengembangan kawasan pariwisata Jalur Lintas Selatan (Pansela).
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T., menegaskan bahwa pihaknya fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur yang berdampak langsung pada mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Selasa (7/4/2026), kami menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama, baik pada ruas jalan strategis maupun fasilitas pendukung lainnya demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.
Pada tahun 2026 ini, DPUBM aktif melakukan perbaikan di sejumlah titik krusial, di antaranya ruas jalan Srimulyo–Dampit serta Jalan Lingkar Barat (Jalibar) atau Jalan Dr. Ir. Soekarno. Perbaikan di Jalibar dilakukan sepanjang 1,8 kilometer sebagai bagian dari pemeliharaan rutin untuk menjaga kelayakan jalan dan meningkatkan keselamatan berkendara.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga tengah mematangkan rencana proyek strategis pembangunan tol Malang–Kepanjen. Saat ini, proses yang berjalan meliputi review studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan penyusunan desain dasar (basic design).
Rencana tersebut juga mencakup usulan sejumlah titik exit tol di wilayah Pakisaji, Gondanglegi, dan Kromengan, yang diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru dan mempercepat distribusi logistik.
Dari sisi capaian kinerja, sepanjang tahun 2025 DPUBM Kabupaten Malang berhasil mencatat progres signifikan, meliputi rekonstruksi jalan rusak berat sepanjang 90 kilometer, rehabilitasi jalan sepanjang 100 kilometer, serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 613 titik yang tersebar di 33 kecamatan.
Tak hanya itu, peningkatan infrastruktur juga menyasar sektor jembatan. DPUBM telah mengganti jembatan dan deker yang mengalami kerusakan akibat bencana maupun faktor teknis, dengan total pembangunan 34 jembatan baru serta rehabilitasi 9 jembatan lainnya.
Ke depan, DPUBM Kabupaten Malang menargetkan peningkatan persentase “kondisi jalan mantap” melalui pelapisan hotmix (AC-WC) secara bertahap di berbagai ruas jalan prioritas. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan konektivitas yang lebih andal, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Malang Raya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang optimistis pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan akan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan daya saing daerah serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Reporter : Eka F. A
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments