![]() |
| Dock foto: Kepala dinas pendidikan Jawa timur, Aries Agung Paewai, meragakan Tumbler kepada siswa SMAN 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. |
MSRI, TULUNGAGUNG – Komitmen membangun kesadaran lingkungan sejak dini terus digaungkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur. Hal ini tercermin dalam kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadisdik Jatim), Aries Agung Paewai, S.STP., M.M, ke SMAN 1 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, dengan menginisiasi kampanye pengurangan sampah plastik melalui pembagian tumbler kepada para siswa, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam menekan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan pendidikan, sekaligus mendorong terbentuknya budaya hidup ramah lingkungan di kalangan generasi muda. Melalui pembiasaan penggunaan tumbler, siswa diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga kebersihan sekolah serta meminimalisasi dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Aries Agung Paewai menegaskan bahwa edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Penggunaan tumbler bukan sekadar kebiasaan sederhana, tetapi bagian dari gerakan besar dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Siswa tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten memiliki potensi besar dalam menciptakan perubahan signifikan bagi keberlangsungan lingkungan hidup.
“Melalui kebiasaan sederhana ini, kami berharap para siswa dapat menginspirasi keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk turut serta dalam upaya pengurangan sampah plastik. Perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Aries juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan.
“Kita harus mulai dari diri sendiri dan dari hal-hal sederhana. Jika dilakukan secara masif dan berkelanjutan, maka dampaknya akan sangat besar bagi masa depan bumi yang lebih sehat dan lestari,” pungkasnya.
Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan di kalangan pelajar sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian bumi.
Reporter: Roni Yuwantoko
Kaperwil Jawa Timur
Editor: Redaksi MSRI
dibaca


إرسال تعليق
Hi Please, Do not Spam in Comments