Aktivis Muda Kota Santri Jombang: Langkah Prabowo Subianto Bangun Dialog Nasional di Momen Lebaran Sangat Strategis

Aktivis Muda Kota Santri Jombang: Langkah Prabowo Subianto Bangun Dialog Nasional di Momen Lebaran Sangat Strategis


MSRI, JOMBANG - Muhammad Afandi salah seorang aktivis muda asal Kabupaten Jombang yang di Kenal dengan sebutan (Kota Santri), menilai langkah Presiden Prabowo Subianto merangkul tokoh nasional saat gelar griya di Istana Kepresidenan dapat menjaga stabilitas politik Nasional dan Momentum Persatuan Hadapi Gejolak Global.

Diberitakan sebelumnya oleh banyak kalangan media nasional, jajaran kabinet, pimpinan lembaga tinggi negara, dan rombongan pejabat menghadiri kegiatan halalbihalal dimomen lebaran idul fitri 1447 H, usai Presiden Prabowo beramah tamah dengan masyarakat terlebih dahulu. Beberapa pejabat tampak menghadiri gelar griya bersama keluarganya.

Sebelum menemui rombongan pejabat dan jajaran Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo menerima kedatangan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo beserta keluarga masing-masing sebagai rangkaian awal halalbihalal tersebut.

Sebelumnya, Prabowo telah lebih dulu melakukan pertemuan silaturahmi dengan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka.

Muhammad Afandi seorang Aktivis muda asal Kota Santri ini menyebutnya sebagai langkah yang dapat menjaga situasi kondusif bagi stabilitas politik dan keamanan, saat menggelar griya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3). Dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk bergotong royong menghadapi situasi global yang tidak pasti, 

"Iya, tentu dengan adanya dialog secara terbuka tersebut menjaga situasi kondusif bagi stabilitas politik dan keamanan. Kalau kita lihat, Presiden Prabowo mewanti-wanti semua elemen bangsa bersatu dan bergotong royong dalam menghadapi situasi global yang tidak pasti seperti saat ini.

Tekanan ekonomi efek perang AS-Israel dengan Iran tidak bisa dianggap main-main. Prabowo ingin semua energi dari semua pihak difokuskan untuk menghadapi situasi seperti ini. Baik itu yang berada dalam koalisi dan pendukung pemerintah, maupun yang berada di luar pemerintahan" ucapnya saat diwawancarai, minggu 29 maret 2026.

Afandi menyampaikan, langkah tersebut tidak boleh terhenti pada acara gelar griya yang dilakukan pada Sabtu (21/3), dan harus menerus dilakukan untuk mengonstruksi kesepahaman sesama anak bangsa dengan dialog dua arah.

"Dengan mengundang berbagai kalangan tersebut, merupakan suatu yang baik dan harus terus dilakukan agar ada dialog dua arah, sehingga terbangun kesepahaman sesama anak bangsa, tentunya yang sama-sama ingin bangsa ini bukan saja aman, tapi maju dan sejahtera," kata Afandi.

Memanfaatkan momentum lebaran atau Hari Raya Idul Fitri untuk membangun komunikasi yang konstruktif dengan berbagai kalangan, tokoh politik, pejabat dan tokoh masyarakat sangat bagus dan produktif. Ada perbedaan dengan pertemuan dan dialektika di ruang yang lain.

"Yang berada di dalam pemerintahan harus fokus dan bekerja mati-matian untuk mensukseskan program-program pemerintah serta mengantisipasi dan menghadapi situasi ekonomi yang tidak pasti. Sementara itu, partai dan kelompok yang di luar pemerintahan juga harus memberikan kontribusi dalam bentuk kritik yang konstruktif, pengawasan, dan ide penyeimbang untuk kebijakan dan program pemerintah tersebut." Tuturnya.

Afandi menilai second opinion pada sumbangsih pemikiran dan tawaran solusi dari pihak luar pemerintahan sangat penting untuk pemerintah juga dalam menjalankan program dan evaluasi yang konstruktif, dalam harmoni kepemimpinan nasional pada konteks komunikasi politik, Ia menyimpulkan Presiden Prabowo sebagai seorang pemimpin yang terbukti kematangannya secara politik.

"Dalam situasi seperti ini, Prabowo menunjukkan kebijakan politik yang begitu sangat baik dan bijaksana. Dengan merangkul dan akomodatif terhadap semua pihak, baik koalisi maupun kelompok yang posisi politiknya berbeda. Prabowo mengutamakan persatuan dan kesatuan antar elite politik, tokoh, dan semua elemen bangsa dalam membangun dan memajukan Indonesia, daripada membuat peta konflik." Tandas Afandi.

Dengan sedemikian, Afandi berharap agar kepemimpinan Presiden Prabowo akan terus bertahan dan berlanjut di priode selanjutnya, untuk membangun Bangsa dan Negara Indonesia menjadi Negara maju, makmur, dan sejahtera untuk seluruh umat

"Dan demikian kami berharap, agar kepemimpinan Presiden Prabiwo Subianto dapat terus bertahan dan berlanjut di priode selanjutnya, sebab saya yakin, dengan kepemimpinan Presiden Prabowo, pasti dapat membangun Bangsa dan Negara Indonesia menjadi Negara semakin maju, makmur, dan sukses (Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur)." Pungkasnya

Reporter : Cak Loem

Editor : Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama