Video Dugaan Asusila di Pos Lantas Kemuning Tulungagung Viral, Satlantas Turun Tangan: Publik Diminta Tak Berspekulasi

Video Dugaan Asusila di Pos Lantas Kemuning Tulungagung Viral, Satlantas Turun Tangan: Publik Diminta Tak Berspekulasi
Dok, foto: Kanit Patroli Satlantas Polres Tulungagung IPDA Sumarno, menunjukan pos polisi kemuning yang sudah di pasang kunci dan terpasang CCTV. Keterangan pers, Minggu (11/1/2026).

MSRI, TULUNGAGUNG - Beredarnya video yang diduga menampilkan perbuatan asusila di Pos Polisi Lantas Kemuning Sembung, Tulungagung, memantik kegelisahan publik. Video tersebut viral di berbagai platform media sosial dan memunculkan pertanyaan serius terkait fungsi, pengawasan, serta pengamanan fasilitas negara yang seharusnya steril dari segala bentuk penyalahgunaan.

Sebagai bentuk tanggung jawab institusional dan keterbukaan informasi publik, Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung Polda Jawa Timur bergerak cepat melakukan klarifikasi dan penelusuran menyeluruh atas informasi yang beredar.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila, S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya mengetahui keberadaan video tersebut pada Senin, 5 Januari 2026. Sejak saat itu, serangkaian langkah investigatif internal dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang telah memicu keresahan masyarakat.

“Hasil penelusuran di Pos Lantas Kemuning tidak menemukan adanya indikasi maupun barang bukti yang mengarah pada perbuatan asusila. Kami juga telah memeriksa sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi, dan tidak ditemukan rekaman yang menguatkan dugaan tersebut. Selain itu, keterangan dari warga sekitar juga tidak ada yang menyaksikan langsung kejadian sebagaimana yang ada dalam video,” ungkap AKP Taufik kepada Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Minggu (11/1/2026).

Lebih jauh, AKP Taufik menegaskan bahwa Pos Lantas Kemuning Sembung bukan pos mati atau terbengkalai, melainkan pos pantau lalu lintas yang difungsikan secara situasional, khususnya saat terjadi peningkatan volume kendaraan. Klarifikasi ini penting disampaikan untuk meluruskan opini publik yang berkembang tanpa dasar fakta lapangan.

Meski belum ditemukan bukti yang menguatkan dugaan dalam video, Satlantas Polres Tulungagung menegaskan bahwa proses penelusuran tidak berhenti pada klarifikasi awal semata. Aparat masih melakukan pencarian dan identifikasi terhadap sosok dalam video, termasuk mengkaji informasi yang disampaikan masyarakat.

“Memang ada informasi awal dari warga yang menyebutkan kemiripan ciri-ciri, namun sampai saat ini belum ada bukti yang cukup kuat untuk memastikan keterkaitannya dengan lokasi Pos Lantas Kemuning,” tambahnya.

Sebagai langkah korektif dan evaluasi internal, Satlantas Polres Tulungagung menyatakan akan melakukan pengetatan sistem pengamanan pos, termasuk pemasangan pintu dan penguncian pos saat tidak digunakan, serta penambahan kamera pengawas (CCTV). Langkah ini dinilai penting agar fasilitas publik tidak menjadi ruang abu-abu yang berpotensi disalahgunakan.

Bagi MSRI, kasus video viral ini tidak hanya berhenti pada soal benar atau tidaknya dugaan perbuatan asusila, namun juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan berlapis terhadap aset negara, terutama fasilitas kepolisian yang berada di ruang publik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam konteks kontrol sosial, transparansi dan keterbukaan aparat menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik. Oleh karena itu, MSRI mendorong agar setiap perkembangan penelusuran disampaikan secara terbuka, serta meminta masyarakat tidak menyebarkan spekulasi, hoaks, maupun konten yang belum terverifikasi.

Hingga berita ini diturunkan, Satlantas Polres Tulungagung menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan dan memastikan seluruh Pos Lantas berfungsi sesuai peruntukannya sebagai sarana pelayanan dan perlindungan masyarakat.

Reporter: Roni Yuwantoko

Kaperwil Jatim

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama