![]() |
| Dok, foto: Tapak Tilas Rajab, Pedepokan Eyang Macan Putih Gelar Pengajian Rutin Sabtu Pahing Sambut Ramadhan. Sabtu malam, (10/01/2026). |
MSRI, MOJOKERTO - Dalam rangka menghidupkan syiar Islam sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya luhur Nusantara, Pedepokan Eyang Macan Putih menggelar pengajian rutin Sabtu Pahing yang berlangsung khidmat di Pedepokan Eyang Macan Putih, Jalan Pulo Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Sabtu (10/01/2026).
Pengajian rutin yang dikemas dalam agenda tapak tilas di bulan Rajab ini menjadi momentum spiritual untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kyai Nur Yadi (Kanjeng Tumenggung Ismoso) selaku pengasuh Pedepokan Eyang Macan Putih, dengan menghadirkan penceramah Kyai Nur Yadi dari Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Suasana religius berpadu dengan nuansa budaya Mojopahit yang kental, terlihat dari busana serba hitam yang dikenakan para jamaah, tokoh budaya, dan warga sekitar. Pakaian khas tersebut menjadi simbol semangat, keteguhan, serta komitmen untuk menjaga dan merawat warisan budaya leluhur yang tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman.
Dalam sambutannya, Kyai Nur Yadi menyampaikan bahwa pengajian rutin Sabtu Pahing bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga ruang spiritual dan kultural untuk mempererat ukhuwah serta memperkuat jati diri bangsa.
“Pengajian ini adalah ikhtiar bersama untuk menjaga keseimbangan antara syariat Islam dan pelestarian budaya leluhur. Melalui tapak tilas di bulan Rajab, kami mengajak masyarakat menata niat, membersihkan hati, dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan penuh keikhlasan,” ujar Kyai Nur Yadi.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Kyai Nur Yadi mengajak seluruh jamaah untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Ia menekankan bahwa ibadah puasa harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan penuh ketakwaan kepada Allah SWT.
“Puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, memperkuat iman, serta membentengi diri dari perbuatan yang dilarang Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.
Melalui perwakilannya, Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono akrab disapa Bram yang disampaikan oleh Kepala Biro Mojokerto, Mulyono (Mbah Mul), menyatakan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya pengajian rutin tersebut.
“Kami dari keluarga besar Media Suara Rakyat Indonesia sangat mengapresiasi kegiatan pengajian rutin di Pedepokan Eyang Macan Putih ini. Selain memperkuat nilai-nilai keislaman, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan budaya Mojopahit sebagai warisan luhur bangsa. Sinergi antara agama, budaya, dan masyarakat seperti inilah yang perlu terus dirawat demi masa depan generasi penerus,” ungkap Mbah Mul.
Ia menambahkan bahwa MSRI berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal kegiatan-kegiatan positif yang membawa manfaat bagi umat serta berkontribusi dalam pelestarian budaya di bumi pertiwi.
Media Suara Rakyat Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga, merawat, dan melestarikan budaya Nusantara yang berpijak pada nilai religius. Budaya yang terawat dengan baik diyakini menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk karakter bangsa yang beriman, berakhlak, dan berbudaya.
Reporter : Mbah Mul
Editor : Redaksi MSRI
dibaca



Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments