MSRI, SURABAYA - Di antara sunyi yang menggema dan doa-doa yang lirih terucap, kabar duka itu datang membawa luka yang tak terelakkan. Vinelda Bere Manek telah menuntaskan perjalanan fana, kembali ke “Rumah Bapa”, meninggalkan jejak cinta yang tak akan pernah pudar dari hati yang ditinggalkan.
Duka ini bukan sekadar kehilangan, melainkan juga ruang panjang untuk mengenang, merelakan, dan mengikhlaskan. Di tengah kepedihan yang menyelimuti, keluarga menyampaikan rasa syukur yang dalam atas setiap tangan yang terulur, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap upaya yang telah diberikan dengan penuh ketulusan.
Suami almarhumah, Edi Sumantri, dalam suara yang tertahan oleh haru, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah mendampingi perjuangan almarhumah hingga akhir hayatnya.
“Terima kasih atas setiap doa dan perhatian yang diberikan. Kami percaya, segala upaya telah dilakukan dengan sepenuh hati. Meski Tuhan berkehendak lain, kami yakin ini adalah jalan terbaik yang telah ditetapkan-Nya,” ungkapnya lirih.
Sejak awal perjuangan melawan sakit, hingga detik-detik terakhir yang penuh keheningan, almarhumah mendapatkan perawatan dan kasih yang tak terputus, termasuk saat menjalani perawatan di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Di sanalah harapan pernah tumbuh, doa-doa pernah dipanjatkan, dan cinta keluarga diuji dalam kesabaran tanpa batas.
Kini, tubuhnya memang telah kembali ke tanah, namun kasihnya tetap hidup mengalir dalam ingatan, menetap dalam doa, dan bersemayam dalam rindu yang tak bertepi.
Almarhumah disemayamkan di Rumah Duka Dusun Wemasa, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur yempat di mana keluarga, kerabat, dan sahabat berkumpul, mengantar dengan doa dan air mata yang jatuh dalam keikhlasan.
Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono, yang akrab disapa Bram, turut menyampaikan duka mendalam dengan nada penuh perenungan.
“Dalam setiap perpisahan, ada pesan keabadian yang Tuhan titipkan. Kepergian almarhumah mengajarkan kita tentang makna cinta yang tulus, kesabaran yang sunyi, dan keikhlasan yang tak bersyarat. Atas nama keluarga besar MSRI, kami berdoa semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan dikuatkan dalam iman serta pengharapan,” tuturnya.
Di ujung duka ini, terselip keyakinan yang menenangkan: bahwa setiap jiwa akan kembali kepada Sang Pencipta, dan setiap air mata akan menemukan maknanya dalam keabadian.
Selamat jalan, Vinelda Bere Manek. Namamu akan tetap hidup, bukan hanya dalam kenangan, tetapi juga dalam setiap doa yang tak pernah putus.
Editor : Redaksi MSRI
Suami Almarhumah
Edi Sumantri
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments