![]() |
| Dok, foto: MSRI Sampaikan Ucapan Selamat Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah. Jum'at (16/1/2026). |
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 27 Rajab 1447 Hijriyah atau bertepatan dengan Jum’at, 16 Januari 2026, merupakan peristiwa luar biasa yang sarat nilai sejarah, akidah, dan spiritual. Peristiwa ini terjadi pada masa Rasulullah SAW menghadapi ujian berat dalam dakwahnya, pasca wafatnya Sayyidah Khadijah RA dan Abu Thalib, yang dikenal sebagai ‘Amul Huzn (Tahun Kesedihan).
Secara historis, Isra’ Mi’raj terdiri dari dua perjalanan agung. Isra’ adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis, sementara Mi’raj merupakan perjalanan Rasulullah SAW naik ke langit hingga Sidratul Muntaha, untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT berupa kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam.
Peristiwa ini ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 1, yang menjadi dasar keimanan umat Islam akan kebenaran Isra’ Mi’raj.
Dalam riwayat hadis juga dijelaskan bahwa shalat merupakan fondasi utama keimanan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa shalat adalah tiang agama, yang menjadi penopang utama kehidupan seorang Muslim.
Dalam konteks profesi jurnalistik, nilai-nilai Isra’ Mi’raj memiliki keterkaitan yang kuat dengan tugas dan tanggung jawab wartawan. Perjalanan Rasulullah SAW yang membawa risalah kebenaran menjadi simbol amanah dalam menyampaikan pesan ilahi secara jujur dan utuh, sebagaimana wartawan mengemban tugas menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Dalam keterangannya, Pemimpin Redaksi MSRI, Slamet Pramono (Cak Bram), menegaskan bahwa semangat Isra’ Mi’raj harus menjadi landasan moral insan pers dalam menjalankan profesinya.
“Isra’ Mi’raj mengajarkan nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab dalam menyampaikan kebenaran. Sebagai wartawan, kami memiliki tugas mulia untuk menyampaikan informasi secara faktual, berimbang, dan bermartabat, sebagaimana Rasulullah SAW menyampaikan risalah dengan penuh kejujuran dan integritas,” ujar Cak Bram.
Ia menambahkan, perintah shalat yang diterima Rasulullah SAW dalam peristiwa Mi’raj juga mengandung pesan kedisiplinan, keteguhan, dan konsistensi, yang selaras dengan etika jurnalistik dalam menjaga profesionalisme, independensi, serta integritas pers.
Melalui momentum peringatan Isra’ Mi’raj ini, keluarga besar MSRI berharap insan pers dapat terus meneguhkan perannya sebagai penjaga nurani publik, penyampai kebenaran, serta penguat nilai persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Selamat Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah.
Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk menegakkan shalat, menjaga amanah kebenaran, dan meraih syafaat Rasulullah SAW. Aamiin.
{Redaksi MSRI}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments