Majelis Tholabul Ilmi Al-Illiyin, Menyemai Nasihat sebagai Cahaya Hati

Majelis Tholabul Ilmi Al-Illiyin, Menyemai Nasihat sebagai Cahaya Hati
Dok, foto: Majelis Tholabul Ilmi Al-Illiyin, Menyemai Nasihat sebagai Cahaya Hati. Gus Irul saat memberikan tausiyah. Sabtu (18/1/2025).

MSRI, GRESIK - Suasana penuh kekhusyukan dan kedalaman makna menyelimuti pelaksanaan Majelis Tholabul Ilmi 2026 yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin. Majelis ini kembali menjadi ruang spiritual bagi para penuntut ilmu untuk meneguhkan kesadaran hati, membersihkan jiwa, serta menimbang kembali posisi manusia dalam menerima nasihat dan peringatan ilahi.

Pesan utama yang mengemuka dalam majelis tersebut terangkum dalam ungkapan hikmah, maknanya menegaskan bahwa orang yang tidur masih bisa dibangunkan, orang yang lalai masih bisa diingatkan, namun mereka yang menolak peringatan dan nasihat sejatinya tidak jauh berbeda dengan orang yang telah mati. Sebab, hanya hati yang hidup, terbuka, dan kembali kepada Allah SWT yang mampu mengambil manfaat dari nasihat kebaikan.

Dalam penjelasan rohaniah yang disampaikan, ditegaskan bahwa penyebab utama seseorang tidak mampu menerima nasihat bukanlah kurangnya ilmu atau lemahnya argumen, melainkan tertutupnya hati oleh kesombongan, hawa nafsu, dan keengganan untuk kembali (inabah) kepada Allah SWT. Nasihat, seindah dan sebijak apa pun, tidak akan berbekas bila hati telah membatu.

Majelis Tholabul Ilmi Al-Illiyin, Menyemai Nasihat sebagai Cahaya Hati

Majelis Tholabul Ilmi Al-Illiyin, Menyemai Nasihat sebagai Cahaya Hati


Majelis ini dipimpin langsung oleh Gus Ahmad Choirul yang biasa di sebut Gus Irul, sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin, dan untuk beliau Abuya Ahmad Yani Iliyin, yang dikenal luas sebagai sosok pembimbing ruhani dengan keteguhan sanad keilmuan dan keteladanan akhlak. Dalam setiap untaian nasihatnya, Abuya menekankan pentingnya tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) sebagai syarat utama hidupnya hati.

“Nasihat bukan untuk memenangkan perdebatan, melainkan untuk menghidupkan kesadaran. Dan kesadaran hanya tumbuh pada hati yang tunduk,” menjadi pesan nilai yang terasa kuat mewarnai majelis tersebut.

Turut hadir dan memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini Ketua Yayasan, Gus Choirul Anwar, yang selama ini konsisten mendampingi perjalanan dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat di bawah naungan PP Internasional Al-Illiyin. Sinergi antara kepemimpinan ruhani dan kelembagaan ini menjadi fondasi kuat terselenggaranya majelis-majelis ilmu yang berkesinambungan.

Majelis Tholabul Ilmi Al-Illiyin, Menyemai Nasihat sebagai Cahaya Hati

Majelis Tholabul Ilmi Al-Illiyin, Menyemai Nasihat sebagai Cahaya Hati


Para jamaah yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, dengan satu tujuan yang sama: menjadi penuntut ilmu yang tidak hanya cerdas secara akal, tetapi juga hidup secara hati. Tangisan keinsafan, ketundukan dalam doa, serta lantunan sholawat menjadi pemandangan yang menguatkan suasana spiritual majelis.

Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kelancaran Majelis Tholabul Ilmi 2026, seraya melampirkan dokumentasi kegiatan sebagai pengingat bahwa ilmu, nasihat, dan peringatan adalah amanah yang harus terus dihidupkan.

Majelis ini menjadi penegasan bahwa di tengah kerasnya kehidupan modern, manusia paling membutuhkan nasihat, bukan sekadar didengar oleh telinga, tetapi diterima oleh hati yang hidup dan selalu kembali kepada Allah SWT

Reporter : Cak Loem

Editor : Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama