Lantunan Sholawat Menggema dalam Peringatan Isra’ Mi’raj dan Haul Eyang Bahu Degso di Masjid Ar-Rohman Jatimlerek

Lantunan Sholawat Menggema dalam Peringatan Isra’ Mi’raj dan Haul Eyang Bahu Degso di Masjid Ar-Rohman Jatimlerek
Dok, foto: Lantunan Sholawat Menggema dalam Peringatan Isra’ Mi’raj dan Haul Eyang Bahu Degso di Masjid Ar-Rohman Jatimlerek. Jumat malam, 23 Januari 2026.

MSRI, JOMBANG - Nuansa spiritual dan keberkahan menyelimuti Masjid Ar-Rohman, Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, saat Takmir Masjid menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Eyang Bahu Degso, Jumat malam (23/01/2026).

Acara berlangsung khidmat dengan lantunan sholawat yang menggema, menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Ratusan jamaah hadir, terdiri dari para ulama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga lokal maupun dari luar Desa Jatimlerek. Turut hadir Kepala Desa Jatimlerek, Bapak Jadi, KH Abdul Muhaimin, serta Gus Dian Hadi Yuwono dari Kediri.

Dalam sesi pemaparan sejarah, Gus Dian Hadi Yuwono mengulas peradaban Desa Jatimlerek serta sosok Eyang Bahu Degso, yang diyakini memiliki garis keturunan dari Eyang Betoro Katong Ponorogo, tokoh penting dalam sejarah dakwah Islam Nusantara. Paparan ini memperkaya wawasan jamaah tentang nilai spiritual dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

Ketua Takmir Masjid Ar-Rohman, Saifudin Iksan, menegaskan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari syiar Islam dan penguatan nilai religius masyarakat.

“Antusiasme warga menjadi bukti kecintaan terhadap tradisi keagamaan. Selain sebagai ibadah, kegiatan ini mempererat persaudaraan serta menjadi ladang amal jariyah bagi kita semua,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, KH Abdul Muhaimin menekankan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan tonggak penting dalam sejarah Islam, khususnya sebagai momentum diwajibkannya shalat lima waktu. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha…” (QS. Al-Isra’: 1).

Beliau juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW:

“Shalat adalah tiang agama. Barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama.” (HR. Baihaqi).

Menurutnya, Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan panggilan spiritual untuk memperbaiki kualitas iman, ibadah, serta akhlak.

“Rasulullah SAW adalah suri teladan terbaik sepanjang zaman. Meneladani akhlak, adab, dan kejujuran beliau merupakan wujud cinta sejati kepada Nabi, serta jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat,” tuturnya.

Sejumlah jamaah mengungkapkan rasa syukur dan haru atas terselenggaranya acara tersebut. Sutrisno (45), salah satu warga Jatimlerek, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan ketenangan batin dan memperkuat semangat keagamaan masyarakat.

“Acara ini sangat menyentuh hati. Lantunan sholawat dan tausiyah menambah keimanan kami serta mengingatkan pentingnya shalat dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Siti Aminah (38), jamaah asal desa tetangga, yang mengaku terinspirasi oleh kisah sejarah dan pesan spiritual yang disampaikan.

“Selain mendapatkan ilmu agama, kami juga belajar tentang sejarah leluhur dan perjuangan dakwah Islam. Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan,” ujarnya.

Menutup rangkaian acara, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan relawan yang telah mendukung kelancaran serta keamanan kegiatan.

“Terima kasih atas kebersamaan dan gotong royong semua pihak. Semoga peringatan Isra’ Mi’raj dan Haul Eyang Bahu Degso ini membawa keberkahan bagi masyarakat Jatimlerek dan sekitarnya,” pungkasnya.

Reporter: Cak Loem

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama