Dalam Bingkai Doa dan Ilmu, Majelis Istiqomah Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah Lestarikan Tradisi Spiritual Leluhur

Dalam Bingkai Doa dan Ilmu, Majelis Istiqomah Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah Lestarikan Tradisi Spiritual Leluhur
Dok, foto: Dalam Bingkai Doa dan Ilmu, Majelis Istiqomah Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah Lestarikan Tradisi Spiritual Leluhur. Sabtu malam, 3 Januari 2026.

MSRI, WRINGINANOM-GRESIK - Suasana khidmat, teduh, dan sarat nilai spiritual menyelimuti pelaksanaan Majelis Istiqomah Pengaosan dan Sholawatan Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah pada awal tahun 2026. Kegiatan rutin yang digelar pada Sabtu malam Minggu, Sabtu (3/1/2026), ini menjadi momentum penguatan ruhani sekaligus peneguhan tradisi keilmuan Islam yang berakar pada doa, adab, dan bakti kepada orang tua serta leluhur.

Majelis keagamaan tersebut berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin, Dusun Sumberwaru RT 02 RW 03, Desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ratusan jamaah yang terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat umum dari berbagai daerah tampak memadati lokasi dengan penuh antusias dan ketulusan niat.

Lantunan sholawat, dzikir, dan doa bersama menggema dengan penuh kekhusyukan, menghadirkan suasana religius yang menenteramkan jiwa. Majelis ini diasuh langsung oleh Abuya Ahmad Yani Iliyin, selaku Mursyid Tunggal Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin.

Dalam dawuh dan nasihatnya, Abuya Ahmad Yani Iliyin menekankan pentingnya istiqomah dalam menuntut ilmu (tholabul ilmi), memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta menjaga ikatan spiritual antara yang masih hidup dengan orang tua dan para leluhur yang telah wafat. Menurut beliau, ilmu, doa, dan sholawat merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan yang berkah, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam Bingkai Doa dan Ilmu, Majelis Istiqomah Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah Lestarikan Tradisi Spiritual Leluhur


“Menuntut ilmu tidak boleh dipisahkan dari adab, keikhlasan, dan kepedulian spiritual kepada orang tua serta leluhur. Dari sanalah keberkahan hidup akan mengalir,” menjadi pesan yang senantiasa ditekankan dalam majelis tersebut.

Pada kesempatan ini, majelis menghadirkan dua pengisi mauidhah hasanah, yakni Kyai Gus Choirul Anwar (Gus Irul) dan Kyai Munhanif dari Trawas, Mojokerto. Keduanya menyampaikan tausiyah yang mendalam, sarat hikmah, dan menyentuh sisi ruhani para jamaah. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat keilmuan, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya amal shaleh yang berkesinambungan.

Melalui pengajian ini, para jamaah diajak untuk merenungi makna sedekah, doa, dan sholawat sebagai wujud nyata bakti kepada orang tua dan leluhur yang telah mendahului. Pesan utama yang ditekankan adalah agar umat Islam tidak bersikap bakhil terhadap doa dan sedekah, karena sejatinya seluruh harta, ilmu, dan kehidupan hanyalah titipan dari Allah SWT.

“Mari kita bahagiakan orang tua dan leluhur kita dengan sodaqoh, sholawat bersama, dan tholabul ilmi,” menjadi ajakan yang terus digaungkan dan diresapi oleh para jamaah sepanjang majelis berlangsung.

Dalam Bingkai Doa dan Ilmu, Majelis Istiqomah Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah Lestarikan Tradisi Spiritual Leluhur

Dalam Bingkai Doa dan Ilmu, Majelis Istiqomah Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah Lestarikan Tradisi Spiritual Leluhur

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono (Bram), turut memberikan apresiasi atas konsistensi majelis ini dalam merawat tradisi keilmuan dan spiritualitas umat. Menurutnya, di tengah dinamika sosial dan tantangan moral yang semakin kompleks, majelis pengaosan dan sholawatan memiliki peran strategis sebagai penyangga nilai-nilai keimanan dan kebudayaan.

“Majelis seperti ini bukan sekadar ruang ibadah, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Di sinilah ilmu dipertemukan dengan adab, doa, dan sholawat, sehingga melahirkan keberkahan, bukan hanya kecerdasan,” ujar Bram.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara tholabul ilmi, sholawat, dan bakti kepada orang tua serta leluhur merupakan nilai luhur Islam Nusantara yang patut dijaga dan diwariskan lintas generasi. 

“Ketika umat kuat secara spiritual dan beradab secara sosial, maka peradaban akan tumbuh dengan kokoh,” tambahnya.

Dalam Bingkai Doa dan Ilmu, Majelis Istiqomah Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah Lestarikan Tradisi Spiritual Leluhur

Dalam Bingkai Doa dan Ilmu, Majelis Istiqomah Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah Lestarikan Tradisi Spiritual Leluhur


Lebih lanjut, Bram menegaskan komitmen MSRI untuk terus menghadirkan pemberitaan yang mencerahkan, edukatif, dan berpihak pada nilai-nilai keagamaan serta kebudayaan bangsa. “Kami memandang majelis keilmuan dan sholawatan seperti ini sebagai bagian penting dari pembangunan peradaban yang berakar pada nilai spiritual dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Edisi pengajian kali ini diniatkan secara khusus sebagai Pengaosan Tholabul Ilmi, dengan harapan keberkahan ilmu dapat mengalir tidak hanya kepada santri dan jamaah yang hadir, tetapi juga kepada umat secara luas. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat Allah SWT, termasuk kelancaran proses pendidikan, pembangunan pesantren, serta pembinaan keilmuan dan keagamaan yang terus berjalan di Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin.

Menjelang penutupan majelis, doa-doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan. Para jamaah memohon kekuatan iman, kelapangan rezeki, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta dianugerahi husnul khatimah. Lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW kembali menggema, menghadirkan suasana haru dan spiritualitas yang mendalam.

Majelis Istiqomah Pengaosan dan Sholawatan Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah tidak hanya menjadi ruang penguatan ilmu dan ibadah, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kesadaran sosial, serta menanamkan nilai pentingnya doa, sedekah, dan amal jariyah sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.

Barakallahu fiikum, semoga majelis ini senantiasa istiqomah, terus berlanjut, dan membawa manfaat yang luas bagi umat, bangsa, serta generasi mendatang.

Reporter: Cak Loem

Editor : Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama