![]() |
| Dok, foto; Tim M-FORCE 2025 Raih Juara 2 dan Best Biology, Siswa SMA Ukir Prestasi Nasional di Universitas Udayana. |
MSRI, SURABAYA - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Indonesia dalam ajang Olimpiade Kedokteran M-FORCE 2025 (Medical Faculty Open Roadshow, Championship, and Exhibition) yang diselenggarakan oleh Universitas Udayana pada 27–28 Desember 2025.
Tiga siswa berbakat, yakni Christopher William Kusuma (XII-NSc/04), Kathleen Evelyn Manugan (XII-NSc/13), dan Kathreen Irene Manugan (XII-NSc/14), berhasil meraih Juara 2 sekaligus menyabet penghargaan Best Biology (Praktikum Terbaik Biologi).
Didampingi oleh pembimbing Veronica Ervina Pudjiastuti, S.Si., tim ini menunjukkan performa luar biasa sejak awal hingga akhir kompetisi, mengalahkan puluhan tim dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang M-FORCE sendiri merupakan salah satu kompetisi bergengsi di bidang kedokteran dasar yang menguji kemampuan teori, praktikum, hingga keterampilan klinis peserta.
Rangkaian lomba M-FORCE 2025 diawali dengan babak penyisihan (preliminary) yang dilaksanakan secara online pada 30 November 2025. Dari 75 tim peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, hanya 25 tim terbaik yang berhak melaju ke babak quarter-final. Dengan penuh rasa syukur, tim ini berhasil lolos dan bahkan menempati peringkat 10 besar nasional.
Babak quarter-final yang digelar pada 27 Desember 2025 berlangsung dengan format rally games yang menantang, terdiri dari 25 pos dengan berbagai jenis soal dan tantangan medis. Tekanan dan rasa tegang sempat dirasakan para peserta, namun berkat kerja sama tim dan persiapan matang, mereka berhasil melaju ke babak semifinal dengan peringkat 2.
Pada babak semifinal, tantangan semakin kompleks. Peserta harus menjalani OSCE (Objective Structured Clinical Examination), di mana mereka memposisikan diri sebagai dokter yang memberikan pertolongan kepada pasien.
Selain itu, peserta juga mengikuti praktikum per mata pelajaran, meliputi Fisika, Biologi, dan Kimia sebagai dasar ilmu kedokteran. Berkat ketelitian, pemahaman konsep, serta kemampuan praktikum yang kuat, tim ini mampu menjalani seluruh rangkaian dengan hasil yang sangat baik.
"Memasuki babak final, para finalis dihadapkan pada dua tantangan utama, yakni presentasi klinis dan cerdas cermat kedokteran dasar. Dalam sesi presentasi, tim membawakan materi mengenai penyakit zoonosis, dengan fokus pada Toxoplasmosis.
Penyampaian yang sistematis, penguasaan materi, serta kemampuan menjawab pertanyaan dewan juri menjadi poin penting dalam tahap ini. Setelah seluruh lima finalis menyelesaikan presentasi, lomba dilanjutkan dengan babak cerdas cermat yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi dan sangat menantang, khususnya pada aspek kedokteran dasar.
Meski menghadapi soal-soal yang kompleks, tim tetap tampil percaya diri hingga akhir perlombaan. Hasilnya, mereka berhasil meraih Juara 2 Nasional dan dinobatkan sebagai Tim Terbaik dalam Praktikum Biologi, sebuah pencapaian yang semakin istimewa karena mereka menjadi satu-satunya tim dari luar Provinsi Bali yang mampu menembus babak final.
Dalam kesannya, para peserta mengungkapkan rasa sangat senang dan bersyukur atas pencapaian yang diraih. Mereka meyakini bahwa penyertaan dan berkat Tuhan menyertai perjalanan lomba sejak awal hingga akhir. “Puji Tuhan kami dapat lolos hingga babak final dan meraih Juara kedua serta Best Biology. Pengalaman ini akan selalu kami kenang,” ungkap salah satu peserta.
Sementara itu, pembimbing Veronica Ervina Pudjiastuti, S.Si. menyampaikan rasa bangga dan kagum atas kerja keras serta dedikasi para siswa. Menurutnya, persiapan lomba dilakukan dengan sangat serius, tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memperdalam praktikum dasar ilmu kedokteran. “Usaha dan effort mereka luar biasa. Mereka belajar dengan tekun dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Melalui prestasi ini, para peserta berharap pencapaian mereka dapat menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berprestasi dan berani berkompetisi di tingkat nasional. Mereka juga berpesan agar selalu rendah hati, tekun berusaha, dan percaya bahwa Tuhan akan selalu mendampingi setiap langkah baik yang dilakukan.
Prestasi di ajang M-FORCE 2025 ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim dan sekolah, tetapi juga membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di bidang ilmu kedokteran sejak bangku sekolah menengah.
{Spr99}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments