Kapolda Jatim Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026, Tekankan Pengamanan Nyepi dan Idul Fitri

Kapolda Jatim Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026, Tekankan Pengamanan Nyepi dan Idul Fitri
Dok, foto: Kapolda Jatim Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026, Tekankan Pengamanan Nyepi dan Idul Fitri. Keterangan pers, Senin (9/3/2026).

MSRI, SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, yang berlangsung di Gedung Mahameru Mapolda Jawa Timur, Senin (9/3/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si, dan dihadiri unsur Forkopimda, Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, para Kapolres jajaran, instansi terkait, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan sinergitas antarinstansi dalam rangka pengamanan dua agenda besar keagamaan nasional yang berlangsung hampir bersamaan, yakni Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.

Dalam sambutannya, Kapolda Jatim menegaskan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat selama periode hari raya.

“Rapat koordinasi lintas sektoral ini dilaksanakan untuk menyamakan visi, memperkuat koordinasi, serta memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto.

Ia menjelaskan, Operasi Ketupat bukan sekadar operasi pengaturan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran, melainkan merupakan bentuk pelayanan terpadu yang mencakup aspek keamanan, sosial, spiritual, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Operasi ini merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan rasa aman, nyaman, serta perlindungan kepada masyarakat yang menjalankan ibadah maupun aktivitas mudik Lebaran,” jelasnya.

Lebih lanjut Kapolda Jatim menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan berbagai unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.

Menurutnya, momentum dua hari besar keagamaan yang berlangsung dalam waktu berdekatan membutuhkan kesiapan ekstra dari seluruh pemangku kepentingan.

“Masyarakat menaruh harapan besar kepada kita sebagai aparatur negara agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan lancar, aman, nyaman, dan kondusif,” tuturnya.

Kapolda Jatim juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral guna memastikan kelancaran arus mudik maupun arus balik serta terciptanya situasi kamtibmas yang tetap kondusif di wilayah Jawa Timur.

“Kita harus memastikan arus mudik dan arus balik berjalan dengan lancar, aman, dan sehat, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga. Inilah makna dari slogan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’,” tegasnya.

Sementara itu, saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) usai kegiatan Rakor, Kapolda Jatim kembali menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan selama masa libur panjang keagamaan.

“Kami memastikan seluruh jajaran Polda Jawa Timur bersama TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait telah mempersiapkan langkah-langkah strategis guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pengamanan perayaan Nyepi dan Idul Fitri tahun ini,” ungkap Irjen Pol Nanang Avianto kepada wartawan MSRI.

Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini diharapkan sinergitas antarinstansi semakin solid, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan optimal dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat di Jawa Timur.

Reporter : David Cs

Editor : Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

أحدث أقدم