Harmoni Pergantian Tahun 2025–2026 di Angkringannya 36 Tulungagung: Sederhana, Damai, dan Penuh Kebersamaan

Harmoni Pergantian Tahun 2025–2026 di Angkringannya 36 Tulungagung: Sederhana, Damai, dan Penuh Kebersamaan
Dok, foto; Harmoni Pergantian Tahun 2025–2026 di Angkringannya 36 Tulungagung: Sederhana, Damai, dan Penuh Kebersamaan. Rabu (31/12/2025).

MSRI, TULUNGAGUNG - Malam pergantian Tahun 2025 menuju 2026 di Angkringan 36, Tulungagung, berlangsung dalam suasana tenang, hangat, dan sarat kebersamaan. Berbeda dari perayaan tahun baru yang kerap identik dengan hiruk-pikuk dan kemeriahan berlebihan, Angkringan 36 justru menghadirkan alternatif perayaan yang bersahaja, tertib, dan penuh makna.

Angkringan 36 menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menyambut tahun baru dengan nuansa yang lebih damai dan reflektif. Alunan musik akustik yang mengalir lembut sepanjang malam menciptakan atmosfer menenangkan, memberi ruang bagi para pengunjung dari berbagai latar belakang untuk menikmati pergantian tahun dengan rasa syukur dan ketenangan batin.

Perayaan malam tahun baru ini berlangsung sejak Rabu malam (31/12/2025) hingga memasuki dini hari Tahun 2026. Bertempat di Angkringan 36, Tulungagung, kegiatan tersebut berjalan tertib dan kondusif, tanpa gangguan ketertiban umum. Pengelola dan pengunjung secara sadar menjaga suasana agar tetap aman, nyaman, serta ramah bagi semua kalangan.

Pertunjukan musik akustik menjadi sajian utama dalam perayaan tersebut. Dengan konsep sederhana namun berkualitas, alunan gitar dan instrumen pendukung lainnya mengiringi percakapan santai antar pengunjung. Harmoni antara musik, suasana malam, dan interaksi sosial yang hangat menjadikan momen pergantian tahun terasa lebih akrab dan berkesan.

Harmoni Pergantian Tahun 2025–2026 di Angkringannya 36 Tulungagung: Sederhana, Damai, dan Penuh Kebersamaan


Salah satu staf Angkringan 36, Putra, mengungkapkan bahwa perayaan malam tahun baru kali ini berlangsung dalam suasana yang sangat positif. Menurutnya, pengunjung tampak menikmati setiap momen yang dihadirkan.

“Pengunjung terlihat sangat menikmati alunan musik yang tenang. Suasananya terasa damai dan hangat, cocok untuk menyambut tahun baru tanpa kegaduhan,” ujar Putra.

Ia menambahkan, konsep perayaan yang diusung Angkringan 36 memang diarahkan untuk menghadirkan ruang berkumpul yang santai, ramah, dan menenangkan. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat merayakan pergantian tahun secara lebih bermakna, tanpa harus larut dalam euforia yang berlebihan.

Suasana semakin hidup ketika salah satu pengunjung, Imme, secara spontan menyumbangkan sebuah lagu.

Harmoni Pergantian Tahun 2025–2026 di Angkringannya 36 Tulungagung: Sederhana, Damai, dan Penuh Kebersamaan

Harmoni Pergantian Tahun 2025–2026 di Angkringannya 36 Tulungagung: Sederhana, Damai, dan Penuh Kebersamaan


Penampilannya disambut antusias oleh pengunjung lain, yang menikmati lantunan lagu dengan penuh apresiasi. Kehadiran Imme tidak hanya menambah variasi hiburan, tetapi juga memperkuat kesan partisipatif dan kekeluargaan dalam perayaan tersebut.

Lagu yang dibawakan mengalun selaras dengan suasana malam, menegaskan nuansa damai dan hangat yang telah terbangun sejak awal acara. Momen ini menjadi simbol bahwa perayaan tahun baru di Angkringan 36 bukan sekadar tontonan, melainkan ruang bersama di mana setiap orang dapat berkontribusi dan saling berbagi kebahagiaan.

Salah satu pengunjung, ViVi, mengaku memilih merayakan pergantian tahun di Angkringan 36 karena suasananya yang tenang dan jauh dari kebisingan. Menurutnya, konsep sederhana yang dihadirkan justru membuat momen tahun baru terasa lebih bermakna.

“Saya sengaja memilih ke sini karena suasananya lebih tenang dan nyaman. Tidak ramai, tidak bising, tapi tetap hangat dan berkesan. Rasanya lebih bisa menikmati pergantian tahun dengan santai dan penuh syukur,” tutur ViVi.

Ia menilai perayaan tahun baru dengan konsep seperti ini memberikan pengalaman berbeda, terutama bagi pengunjung yang ingin menikmati malam pergantian tahun tanpa tekanan keramaian dan euforia berlebihan.

Di sela alunan musik, pengunjung tampak larut dalam obrolan santai sambil menikmati hidangan sederhana khas angkringan. Cahaya lampu temaram yang menghiasi area semakin memperkuat suasana intim dan akrab. Tanpa petasan berlebihan maupun konvoi kendaraan, perayaan berlangsung dalam ketertiban dan kesadaran sosial yang tinggi.

Perayaan malam tahun baru di Angkringan 36 menunjukkan bahwa kebahagiaan menyambut pergantian tahun tidak selalu harus diwujudkan melalui kemewahan atau keramaian. Justru kesederhanaan, ketenangan, dan kebersamaan menjadi nilai utama yang dirasakan oleh para pengunjung.

Melalui kegiatan ini, Angkringan 36 menghadirkan alternatif perayaan tahun baru yang lebih humanis dan berbudaya. Ruang publik seperti angkringan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menikmati kuliner, tetapi juga sebagai wadah interaksi sosial yang mempererat silaturahmi antarwarga.

Malam pergantian Tahun 2025–2026 di Angkringan 36 pun menjadi refleksi bersama bahwa tahun baru dapat disambut dengan penuh kedamaian, rasa syukur, dan harapan baru, tanpa meninggalkan nilai-nilai ketertiban dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Reporter : Firnanda

Editor : Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama