MSRI, MAKASSAR - Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan mendesak Pemerintah Republik Indonesia segera mengambil langkah diplomatik yang serius, cepat, dan terukur menyusul penahanan relawan kemanusiaan asal Kabupaten Luwu, Andi Angga Prasadewa, oleh militer Israel di kawasan Mediterania Timur.
Desakan tersebut disampaikan BPW KKLR Sulsel melalui pernyataan sikap resmi yang diterbitkan di Makassar, Rabu (20/5/2026), menyusul laporan penahanan Andi Angga saat menjalankan misi kemanusiaan internasional menuju Gaza bersama sejumlah relawan dan jurnalis asal Indonesia.
Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali, saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus solidaritas penuh terhadap Andi Angga Prasadewa dan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut ditahan dalam misi kemanusiaan tersebut.
“BPW KKLR Sulsel menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus solidaritas penuh kepada saudara Andi Angga Prasadewa beserta seluruh Warga Negara Indonesia yang mengalami penahanan dalam misi kemanusiaan tersebut,” ujar Hasbi mengutip pernyataan resmi organisasi.
Andi Angga Prasadewa diketahui merupakan putra daerah asal Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu. Ia tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2026 yang membawa bantuan bagi warga Gaza. Namun kapal yang ditumpanginya dilaporkan dicegat militer Israel di wilayah Mediterania Timur.
BPW KKLR Sulsel menilai aksi kemanusiaan yang dijalankan Andi Angga bersama para relawan lainnya merupakan bentuk kepedulian universal yang sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia dan nilai-nilai kemanusiaan.
Karena itu, BPW KKLR Sulsel mendesak Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, agar segera mengambil langkah diplomatik yang konkret guna memastikan keselamatan seluruh WNI yang ditahan.
“BPW KKLR Sulsel mendesak Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, untuk mengambil langkah diplomatik yang cepat, serius, dan terukur guna memastikan keselamatan seluruh WNI yang ditahan, termasuk Andi Angga Prasadewa,” tegas Hasbi saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI.
Selain pemerintah pusat, BPW KKLR Sulsel juga meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut aktif melakukan koordinasi serta memberikan dukungan moril kepada keluarga Andi Angga di daerah.
Organisasi paguyuban masyarakat Luwu Raya tersebut turut mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dan bangsa Indonesia untuk mendoakan keselamatan para relawan kemanusiaan agar dapat segera kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat.
Dalam pernyataan resminya, BPW KKLR Sulsel menegaskan bahwa kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan merupakan bagian dari nilai siri’, pacce, dan solidaritas sosial yang selama ini menjadi pegangan masyarakat Luwu Raya.
Pernyataan sikap tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali bersama Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda sebagai bentuk kepedulian moral terhadap warga Luwu Raya yang tengah menghadapi situasi darurat di luar negeri.
{Redaksi MSRI}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments